TERANCAM Lebih Parah dari INDIA, WHO Peringatkan Indonesia Soal Lonjakan 21 Ribu Per Hari
Permintaan lockdown dari beberapa ahli dan organisasi profesi di bidang kesehatan terus mengemuka. Sebab, situasi di Indonesia sebenarnya cukup gentin
Namun dipaparkan oleh WHO, jika langkah pemerintah India yang cukup cepat dalam melakukan pemeriksaan, tracing, dan penerapan pembatasan pergerakan, lonjakan Covid-19 bisa mulai terkendali.
Mari simak dalam dua pekan terakhir, Indonesia juga tengah menghadapi lonjakan penularan Corona.
Berdasarkan catatan Pada Sabtu (26/6) dan Minggu (27/6) Indonesia mencatat rekor infeksi corona sampai 21 ribu kasus dalam sehari.
Bahkan, Jumlah itu yang tertinggi sejak awal pandemi menyebar di Tanah Air.
Beberapa hari sebelumnya, Indonesia juga terus mencatat rekor kasus harian.
Sama seperti India, salah satu penyebab lonjakan Covid-19 di Indonesia adalah sikap sebagian masyarakatnya yang dinilai masih abai terhadap protokol kesehatan.
Karakteristik Masyarakat India dan Indonesia
Ketika pemerintahan Presiden Jokowi menerapkan berbagai aturan pembatasan pergerakan mulai dari istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, masih banyak masyarakat yang berupaya melanggarnya.
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Sebagai contoh, di momen Lebaran 2021 yang jatuh pada 12 Mei lalu, masih banyak masyarakat yang berupaya mudik atau melakukan perjalanan keluar kota lain. Padahal, pemerintah melarang mudik Lebaran.
Belum lagi kerumunan di pusat-pusat perbelanjaan dan pasar tradisional jelang Lebaran.
Beberapa hari menjelang Idul Fitri, pengunjung pasar Tanah Abang membeludak hingga 100 ribu orang.
Pusat-pusat perbelanjaan lain di Ibu Kota Jakarta juga sesak penuh pengunjung.
Di hari H Lebaran, masyarakat pun masih banyak yang melakukan halal bihalal dengan keluarga dan kerabat. Alhasil sejumlah klaster halal bihalal pun terjadi.
Sebanyak 62 warga Dusun Ngemplong, Ubulmartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, terjangkit Covid-19 usai menghadiri acara halal bihalal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/virus-corona-varian-delta.jpg)