Breaking News:

Mahasiswa Unsri KKN di PALI

Sempat Khawatir Tebar Virus, Kades di PALI Justru Sambut Baik Mahasiswa KKN Unsri, Ini Alasanya

Diharapkan jika akan melakukan KKN di Desa para mahasiswa bisa menunjukkan surat hasil negatif Swab atau sudah divaksin, Mahasiswa KKN Unsri

Penulis: Reigan Riangga | Editor: adi kurniawan
sripoku.com/reigan
Kedatangan ratusan mahasiswa KKN Unsri ke Kabupaten PALI dengan belasan unit Bus. 

SRIPOKU.COM, PALI -- Terkait kedatangan Mahasiswa KKN Unsri di Kabupaten PALI tengah kian mewabahnya Covid-19 sedikit menimbulkan rasa khawatir aparat desa setempat.

Kepala Desa atau Kades Tanding Marga Kecamatan Penukal Utara, Ahmad Rivai berkata, bahwa disamping kesibukan dalam pencegahan penyebaran virus, ruang lingkup desa malah akan kedatangan sejumlah masyarakat dari luar.

Sehingga diharapkan jika akan melakukan KKN di Desa para mahasiswa bisa menunjukkan surat hasil negatif Swab atau sudah divaksin. 

"Masa Pandemi kami khawatir kedatangan penduduk dari luar. Alhamdulillah syukur mereka tidak terinfeksi. Namun, kami menyambut baik mahasiswa KKN karena bisa berbagi ilmu pengetahuan dan pendidikan dengan penduduk desa," ungkap A Rivai, Kamis (24/6/2021).

Sebelumnya, kata dia, pihak mahasiswa KKN Unsri melalui pendamping sudah berkoordinasi dengan pihaknya terkait akan ada 10 orang mahasiswa.

Selain itu, lanjut Rivai, diingatkan dalam menerapkan Prokes di desa tidak sebanding dengan kota maupun kecamatan. Dimana, di desa hanya mendata suhu derajat masyarakat. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Covid-19 belum Usai Kini Datang 500an Mahasiswa Unsri KKN di PALI, Izin Dipertanyakan

Baca juga: Unsri Buka Suara Terkait Ratusan Mahasiswa KKN di PALI, Sudah Jalani Prosedur

Dimana, angka Pasien terpapar Covid-19 ada 7 orang di Desa Tanding Marga, meninggal dua orang dan dinyatakan sehat ada lima warga. 

"Pada intinya kami sangat bangga dan menerima kedatangan Mahasiswa KKN. Namun masa Pandemi akan waspada." Jelasnya.

Sementara, Kades Prabu Menang Kecamatan Penukal Utara, Abul Rustomi menambahkan, pada prinsipnya pihak Pemdes menyambut baik dengan adanya mahasiswa melakukan KKN di Desa Prabu Menang.

Sehingga, diharapkan dapat menambah ilmu untuk masyarakat Desa Prabu Menang.

"Namun sebelum tiba didesa kita, kami telah menyampaikan kepada Dosen Pendamping lapangannya karena saat ini masa pandemi covid 19, agar yang bersangkutan di sweb antigen dan kalau hasilnya Negatif baru boleh berangkat ke Prabu Menang," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved