OPINI : Implementasi Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020

Penulis : Sarnudi, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda, Balai Pemasyarakatan Kelas II Lahat

Editor: Welly Hadinata
IST
Sarnudi, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda, Balai Pemasyarakatan Kelas II Lahat 

Pencabutan Asimilasi dapat dilakukan apabila Narapidana atau Anak melanggar syarat umum maupun syarat khusus. Syarat umum, terlibat pelanggaran hukum dan ditetapkan sebagai tersangka. Syarat khusus, apabila Narapidana atau Anak menimbulkan keresahan dalam masyarakat didasarkan oleh pengaduan masyarakat yang diklarifikasi oleh Pembimbing Kemasyarakatan, menimbulkan keresahan dalam masyarakat berdasarkan hasil pengawasan oleh Pembimbing Kemasyarakatan, tidak melaksanakan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19, tidak melaksanakan kewajiban melapor kepada Bapas yang membimbing paling banyak 3 (tiga) kali berturut-turut, tidak melaporkan perubahan alamat atau tempat tinggal kepada Bapas yang membimbing.

Narapidana atau Anak yang dilakukan pencabutan diberikan sanksi berupa tidak mendapatkan hak remisi, cuti mengunjungi keluarga, cuti bersyarat, asimilasi, cuti menjelang bebas, pembebasan bersyarat dalam 1 (satu) tahun berjalan dan dicatat dalam buku register F serta lama masa menjalankan asimilasi tidak dihitung sebagai menjalani masa pidananya.

Selain program Asimilasi, ada juga program pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas dan cuti bersyarat yaitu program pembinaan untuk mengintegrasikan Narapidana dan Anak ke dalam kehidupan masyarakat setelah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Seorang Narapidana dapat diberikan program pembebasan bersyarat dan cuti menjelang bebas dengan catatan harus memenuhi syarat sebagai berikut, telah menjalani masa pidana paling singkat 2/3 (dua per tiga) dengan ketentuan 2/3 (dua per tiga) masa pidana tersebut paling sedikit 9 (sembilan) bulan dan berkelakuan baik selama menjalani masa pidana paling singkat 9 (sembilan) bulan terakhir dihitung sebelum tanggal 2/3 (dua per tiga) masa pidana.

Pembebasan bersyarat dan cuti menjelang bebas dapat diberikan kepada Anak yang sedang menjalani pidana penjara di LPKA yang telah memenuhi syarat sebagai berikut, telah menjalani masa pidana paling singkat ½ (satu per dua) masa pidana dan berkelakuan baik selama menjalani masa pidana paling singkat 3 (tiga) bulan terakhir dihitung sebelum tanggal ½ (satu per dua) masa pidana.

Keputusan pemberian pembebasan bersyarat dan cuti menjelang bebas dapat dibatalkan apabila dalam proses pemberian pembebasan bersyarat dan cuti menjelang bebas, Narapidana atau Anak melakukan tindak pidana, pelanggaran tata tertib di dalam Lapas dan tercatat dalam buku register F, pelanggaran asimilasi dan memiliki perkara pidana lain yang sedang dalam proses peradilan.

Pembebasan syarat dan cuti menjelang bebas tidak diberikan kepada Narapidana atau Anak yang melakukan tindak pidana narkotika, prekursor narkotika dan psikotropika, terorisme, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan hak asasi manusia yang berat, kejahatan transnasional terorganisasi lainnya. Pencabutan pembebasan bersyarat dan cuti menjelang bebas dapat dilakukan apabila Narapidana atau Anak melanggar syarat umum maupun syarat khusus.

Syarat umum, terlibat pelanggaran hukum dan ditetapkan sebagai tersangka atau terpidana. Syarat khusus, apabila Narapidana atau Anak menimbulkan keresahan dalam masyarakat didasarkan oleh pengaduan masyarakat yang diklarifikasi oleh Pembimbing Kemasyarakatan, menimbulkan keresahan dalam masyarakat berdasarkan hasil pengawasan oleh Pembimbing Kemasyarakatan, tidak melaksanakan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19, tidak mengikuti atau mematuhi program pembimbingan yang ditetapkan oleh Bapas, tidak melaksanakan kewajiban melapor kepada Bapas yang membimbing paling banyak 3 (tiga) kali berturut-turut, tidak melaporkan perubahan alamat atau tempat tinggal kepada Bapas yang membimbing.

Narapidana atau Anak yang dilakukan pencabutan atas pelanggaran syarat umum pertama kalinya, tahun pertama dan kedua setelah dilakukan pencabutan tidak dapat diberikan Remisi, untuk pencabutan atas pelanggaran syarat khusus pertama kalinya, tahun pertama setelah dilakukan pencabutan tidak dapat diberikan Remisi, untuk pencabutan atas pelanggaran syarat umum atau khusus kedua kalinya, selama menjalani masa pidana tidak dapat diberikan Remisi, Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas atau Cuti Bersyarat, terhitung sejak pencabutan maka lama masa menjalankan Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas atau Cuti Bersyarat tidak dihitung sebagai menjalani masa pidananya.

Seorang Narapidana dapat diberikan program Cuti Bersyarat dengan catatan harus memenuhi syarat. Syaratnya adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan; telah menjalani masa pidana paling singkat 2/3 (dua per tiga), dengan ketentuan 2/3 (dua per tiga) masa pidana tersebut paling sedikit 6 (enam) bulan dan berkelakuan baik selama menjalani masa pidana paling singkat 6 (enam) bulan terakhir dihitung sebelum tanggal 2/3 (dua per tiga) masa pidana.

Selain Narapidana, Anak juga dapat diberikan dengan program Cuti Bersyarat dengan syarat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun, telah menjalani paling singkat 1/2 (satu per dua) masa pidana dan berkelakuan baik dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan terakhir.

Keputusan pemberian Cuti Bersyarat dapat dibatalkan apabila dalam proses pemberian Cuti Bersyarat, Narapidana atau Anak Narapidana atau Anak melakukan tindak pidana, pelanggaran tata tertib di dalam Lapas dan tercatat dalam buku register F, pelanggaran asimilasi dan memiliki perkara pidana lain yang sedang dalam proses peradilan.

Cuti bersyarat tidak diberikan kepada Narapidana atau Anak yang melakukan tindak pidana narkotika, prekursor narkotika dan psikotropika, terorisme, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan hak asasi manusia yang berat, kejahatan transnasional terorganisasi lainnya.

Pencabutan cuti bersyarat dapat dilakukan apabila Narapidana atau Anak melanggar syarat umum maupun syarat khusus. Syarat umum, terlibat pelanggaran hukum dan ditetapkan sebagai tersangka atau terpidana.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved