Breaking News:

Cerpen Sihar Emry : Ziarah Diri

Ucapan kondektur adalah titah. Membantahnya sama dengan pindah ke bus berikutnya yang selisih waktunya satu jam keberangkatan dari bus yang ditumpangi

Editor: aminuddin
taman pendidikan.com
Ziarah 

 Tiga puluh menit dia lelap hingga Dying In The Sun memulihkan kesadaran. Matanya terbuka. Dia arahkan pandang keluar jendela. Hampir tiba di tujuan. 

Bersamaan lagu selesai, bus berhenti di satu halte. Kondektur menyebut nama tempat yang jadi titik berhentinya. Dia raih tas tangan di samping dan turun.

Begitu bus berlalu dia menyeberangi jalanan sepi. Memasuki area pekuburan bergapura putih. Menuju sebuah makam yang sekali pernah dia kunjungi atas ajakan papanya. 

Kunjungan 10 tahun lalu. Sehari setelah dia menerima ijazah SMP, sehari sebelum keluarganya pindah ke kota kelahiran papanya.

Dia berjongkok menghadap nisan. Membaca namanya di sana.Dia lahir di tahun paling absurd. Tahun saat sebuah pemberontakan gagal tapi menyingkirkan pemimpin negeri. Pemberontakan yang membuat bapaknya dijemput dari rumah saat dia berusia 5 bulan dan tak pernah kembali. Tiada kabar hidup pun mati.

Esok setelah penjemputan dan hari-hari sesudahnya ibunda dan dia yang masih bayi hidup menyandang stigma.

Yang membuat ibu membawanya pindah. Jauh. Ke tempat yang tak mengenal mereka. Di sana dia tumbuh. Di sana dia mendengar tutur ibu sebelum mati tentang alasan bapak dijemput dan tak pernah kembali.

Tutur yang disimpan hati dan pikiran lantas berbuah menjadi tekad mencari keberadaan bapak. Di mana tinggal jika masih hidup, di mana makam jika sudah mati. 

Pencarian yang menuntun kaki menjelajahi bagian-bagian negeri menemui saksi-saksi. Mencari keterangan apakah bapak pernah dihadapkan pada pengadilan. Pencarian yang kandas tanpa hasil.

Empat bulan jelang usia 30 tahun dia mati di kamar ICU karena satu penyakit. Kepada malaikat dia meminta hidup satu kali lagi. Permintaan yang ditanggapi dengan mengirimkannya ke rahim seorang perempuan. Istri sahabatnya. Dia lahir kembali di tahun yang sama dengan tahun dia mati.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved