Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Bincang-bincang Capres 2024 Ridwan Kamil (2-Habis): Saya Ingin Perbaiki Karakter Bangsa

Jika ingin menjadi negara adidaya Indonesia harus melewati tiga syarat. Yakni demokrasi harus damai.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPO/ODI ARIA SAPUTRA
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbincang dengan Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Weni Ramdiastuti mengenai pencalonan Ridwan Kamil sebagai bakal calon presiden 2024. 

DALAM perbincangan dengan Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Weni Ramdiastuti, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memprediksi Indonesia bisa menjadi salah satu negara adidaya pada saat NKRI berusia 100 tahun pada 2045 mendatang. Akan tetapi cita-cita menjadi negara super power itu terkendala dari pola pikir masyarakat yang dinilainya cendrung belum dewasa dalam bertindak. Seperti apa hal itu, simak wawancara khususnya pada Walk The Talk With Weny.

===============

Pada tahun 2045 nanti Indonesia akan genap berusia 100 tahun, bagaimana Anda melihatnya?
Di tahun 2045 Indonesia bisa menjadi negara adidaya. Dimana hanya Indonesia di tahun 2045, 70 persennya di dominasi anak muda. Akan tetapi syaratnya berat.

Syarat berat seperti apa yang Anda maksud?
Jika ingin menjadi negara adidaya Indonesia harus melewati tiga syarat. Yakni demokrasi harus damai. Kita lihat saja setiap pilkada beda pilihan pasti ribut, padahal yang di atasnya sudah damai.
Kedua ekonomi kita harus tumbuh minimal 5 persen.

Angka tersebur kita dapat darimana? Yang manfaatkan dunia digital. Ketiga anak cucu kita harus jadi generasi kompetitif dan produktif. Nah 70 persen anak muda ini pilihannya jadi mesin negara atau beban negara di masa mendatang.

Baca juga: Bincang-bincang Capres 2024 Ridwan Kamil (1): Tak Ada Modal tapi Tetap Ikhtiar

Jika tiga syarat itu bisa dilewati Indonesia, apakah Anda yakin Indonesia bakal jadi negara adidaya?
Kalau demokrasinya damai, anak mudanya kompetitif dan produktif saya ingin jadi salah satu saksi Indonesia akan jadi negara adidaya di tahun 2045.

Tetapi untuk menuju tiga syarat itu Indonesia ini membutuhkan karakter sebagai jatidiri, Anda lihat ini jadi masalah Indonesia nggak sih karakter orang kita ini?
Karakter orang kita ini masalah. Seperti contoh, dengan kehadiran teknologi karakter masyarakat bersembunyi dibalik smartphone. Di dunia digital, kita terkenal paling julid se ASEAN.

Lalu apa yang harus diperbaiki agar Indonesia memiliki karakter kuat?
Ada dua hal yang harus kita perbaiki. Pertama, anak-anak muda kita tidak terbiasa bertanya dengan kalimat-kalimat yang baik, di sekolah mereka tidak dilatih.

Kedua, kalau berdebat dengan guru atau dosen selalu dinilai tidak sopan. Dua hal ini tidak ada di sistem pendidikan kita, sehingga mengakibatkan karakter bangsa ini julid di dunia maya.

Lantas, sebagai seorang pemimpin langkah apa yang akan Anda lakukan untuk merubah karakter bangsa ini?
Saya ingin memperbaiki karakter bangsa. Keramahtamahan harus tetap selalu ada. Maka itu di Jabar saya membangun empat karakter yakni Physical Quotient, IQ, Emotional Quotient dan Spiritual Quotient.

Apakah Anda yakin dengan program ini dapat mengubah karakter bangsa?
Nah keempat ini merupakan cetak biru manusia unggul di Jawa Barat, mudah-mudahan di Indonesia. Kalau fisiknya sehat, otaknya cerdas, berakhlak karimah dan ahli ibadah maka akan membuat karakter masyarakat kita berubah.

Anda sendiri ketertarikan dengan partai seperti apa?
Pada dasarnya, selama partai itu tidak mengkhianati Pancasila semua partai itu sama. Hanya warna dan gayanya saja beda. Patokan saya, saya akan memilih partai yang teruji dan setia Pancasila.

Kenapa Anda berpatokan demikian?
Karena Pancasila itu perjanjian agung dari orangtua-orangtua kita. Di Pancasila itu jelas diberitahu bahwa semua harus beragama, tolong-menolong, jangan terpecah belah, musyawarah dan harus saling bantu. Makanya saya ingin jadi pemimpin yang menyatukan. Itulah syarat saya cari partai yang setia pada Pancasila.

Jika ada oknum-oknum mengganggu Pancasila apa yang Anda prediksi akan terjadi?
Kalau Pancasila terganggu negara ini bisa bubar. Seperti bubarnya Yugoslavia yang negaranya kesukuan. Dimana sekarang negara tersebut menjadi Kroasia, Serbia dan Montenegro.

Apakah bisa ideologi kita Pancasila diadopsi oleh negara dunia?
Saya melihat ingin tawarkan Pancasila sebagai ideologi dunia. Karena Bung Karno menterjemahkan dalam bahasa Inggris makna Pancasila pertama Believe in Good, Humanity, Nasionalism, Demokrasi dan Social Justice. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved