PPKM Mikro di Palembang Diperpanjang, Pemkot Palembang Tetapkan Jam Operasional Pusat Keramaian

Pasca libur lebaran terlihat adanya penurunan kasus Covid-19 di Palembang meski dari hasil kasus aktif harian trennya masih meningkat. 

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Refly Permana
sripoku.com/rahmaliyah
Walikota Palembang, H Harnojoyo saat meninjau Posko PPKM di Kelurahan Sukajaya, Kamis (20/5/2021) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPKU.COM, PALEMBANG - PPKM mikro di Palembang diperpanjang Pemkot Palembang hingga 31 Mei 2021.

Walikota Palembang, H Harnojoyo mengatakan, perpanjangan masa penerapan PPKM mikro ini sebagai upaya dari Pemkot Palembang untuk terus menekan angka penyebaran kasus Covid-19 di Kota Palembang. 

Sebab, pasca libur lebaran terlihat adanya penurunan kasus Covid-19 di Palembang meski dari hasil kasus aktif harian trennya masih meningkat. 

"Alhamdulillah angka kesembuhan di Palembang juga naik. Kita harap posko PPKM mikro yang ada di semua kelurahan semakin optimal untuk melakukan 3T dan masyarakat pun bisa melihat langsung penanganan kasus Covid-19," kata Harnojoyo, Kamis (

3.256 Pelanggan PDAM tak Dapat Dialiri Air Bersih, 2 Remaja Ini Penyebabnya, 4 Rekannya Masih Buron!

Harnojoyo mengatakan masyarakat perlu untuk terus diingatkan agar selalu taat protokol kesehatan. Terlebih, Kota Palembang masih dalam zona merah. 

"Sejak pandemi Covid-19 Kota Palembang di zona merah dan orange. Belum pernah kita zona kuning atau hijau," katanya. 

Lantaran PPKM mikro di Palembang diperpanjang, jam operasional tempat keramaian di Palembang tetap sampau pukul 21.00.

Ini berlaku untuk mall, tempat wisaya, hingga kafe sekaligus wajib membatasi jumlah pengunjung.

"Nanti akan kita lihat seperti apa tren kasusnya, pada prinsipnya sekarang harus mengikuti protokol kesehatan apapun jenis kegiatannya," katanya.

Sementara itu, Lurah Sukajaya Mascik SSos mengungkapkan keberadaan Posko PPKM diharapkan bisa semakin mengefektifkan upaya menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayah kelurahan Sukajaya. 

Jika Covid-19 Melonjak Pemkot Palembang Tambah Ruang Perawatan di RSUD Bari, Anggarannya 13 Miliar

Meskipun, masih ada masyarakat yang enggan melaporkan jika ada yang terkonfirmasi Covid-19 sehingga petugas Posko PPKM harus melakukan jemput bola dengan 3T secara door to door. 

"Warga tidak ada melapor tapi petugas yang tracking ke rumah-rumah, kami minta hasil swab tes sebagai bukti apakah masih terpapar Covid-19 atau sudah selesai dan dinyatakan bebas Covid-19," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved