Breaking News:

Herman Deru Ajari Cara Hadapi Warga yang Nekat Mudik, 'Yang Kita Hadapi Orang Rindu Bukan Penjahat'

Citra penduduk Sumsel yang ramah harus dijaga dalam menghadapi masyarakat yang masih nekat melakukan perjalanan mudik saat larangan mudik

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Sudarwan
Dok Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menjawab pertanyaan wartawan saat meninjau pos pemantau penyekatan mudik di gerbang tol Keramasan, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (8/5/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, melakukan peninjauan pos pemantau penyekatan mudik di gerbang Tol Keramasan, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (8/5/2021).

Menurut Herman Deru, citra penduduk Sumsel yang ramah harus dijaga dalam menghadapi masyarakat yang masih nekat melakukan perjalanan mudik saat larangan mudik telah dikeluarkan.

Baca juga: Penyekatan Larangan Mudik di Tol Kayuagung-Palembang, Penebalan Personil Akan Dilakukan Malam Ini

"Yang kita hadapi ini orang yang rindu bukan penjahat sehingga harus mengedepankan prinsip tegas tapi humanis. Boleh tegas tapi tetap memikirkan aspek kemanusiaan," ujarnya.

Dia menjelaskan, petugas penjaga pos penyekatan mesti melakukan tugasnya dengan baik.

Hal ini dimaksudkan agar jangan sampai dari posko-posko penyekatan yang ada menghadapi persoalan yang sama yakni melakukan pencegahan orang yang sebelumnya telah dilarang melintas pada pos penyekatan sebelumnya.

"Kalau sudah tercegat di tol Lampung misalnya, tinggal kita filter saja. Begitu juga sebaliknya tidak perlu sudah jauh baru diminta putar balik," jelasnya.

Baca juga: Hari Kedua Larangan Mudik, Jumlah Kendaraan Pemudik Berkurang, Hanya 6 Kendaraan Diminta Putar Balik

Dia mengatakan, hanya kelompok masyarakat tertentu yang memang yang diperbolehkan melakukan perjalanan atau diistilahkan dengan perjalanan non mudik.

Perjalanan tersebut harus dilakukan atas dasar keperluan khusus untuk distribusi logistik hingga pengobatan.

"Perjalanan ada dua mudik dan non mudik. Ada laporan lolos di sini cegat di sana (pos penyekatan berikutnya)," katanya.

Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, melakukan pemberian masker secara simbolis kepada petugas pos penyekatan saat meninjau pos pemantau penyekatan mudik di gerbang tol Keramasan, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (8/5/2021).
Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, melakukan pemberian masker secara simbolis kepada petugas pos penyekatan saat meninjau pos pemantau penyekatan mudik di gerbang tol Keramasan, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (8/5/2021). (Dok Humas Pemprov Sumsel)

Sementara itu, Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Cornelis Ferdinan Hotman Sirait, memastikan tidak ada warga Sumsel yang akan lolos penyekatan mudik karena petugas yang disiagakan berjaga selama 1×24 jam.

Baca juga: Tak Banyak yang Tau, Kepanjangan Mudik Dari Bahasa Jawa & Betawi, Ini Sejarah Mudik di Indonesia

"Persoalan kelalaian (lolosnya pemudik di pos penyekatan) ini bisa saja dengan cara apapun menyelinap. Kalau anggota kita sudah standby 24 jam," ujar Cornelis.

Berdasarkan pantauan di gerbang tol Keramasan, hanya kendaraan berat yang mengangkut berbagai komoditas yang melintas.

Tak hanya itu, ada pula beberapa kendaraan dinas dari berbagai instansi yang juga melakukan perjalanan.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved