Breaking News:

Tak Banyak yang Tau, Kepanjangan Mudik Dari Bahasa Jawa & Betawi, Ini Sejarah Mudik di Indonesia

Sejarah mudik bermula dari kekuasaan Majapahit yang luas hingga Sri Lanka dan Semenanjung Malaya.

SRIPOKU.COM / Odi Aria
Para petugas tengah menyetop kendaraan yang akan masuk ke wilayah Palembang di pos penyekatan Karyajaya Palembang, Jumat (7/5/2021). 

SRIPOKU.COM - Rupanya istilah Mudik merupakan akronim dari bahasa Jawa dan Betawi, berikut ini kami sajikan sekilas sejarah mudik di Indonesia.

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, begitu masif pemberitaan yang mensosialisasikan larangan mudik.

Hal itu karena Pandemi Covid-19 yang masih mewabah di Indonesia.

Baca juga: Hari Kedua Larangan Mudik, Jumlah Kendaraan Pemudik Berkurang, Hanya 6 Kendaraan Diminta Putar Balik

Baca juga: Gubernur Herman Deru Larang Mudik Lokal di Sumsel, tapi Kalo Mau Silaturahmi Keluarga Ya Silakan

Namun makin dekat ke Hari Raya Idul Fitri, kegiatan yang dilakukan pemerintah tidak hanya sekedar sosialisasi saja.

Beberapa kota yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro dan berstatus zona merah, benar-benar melakukan penyekatan di perbatasan wilayahnya.

Sehingga, bagi masyarakat yang hendak mudik dari dan menuju kota tersebut, diperintahkan untuk memutar balik kembali.

Para petugas tengah menyetop kendaraan yang akan masuk ke wilayah Palembang di pos penyekatan Karyajaya Palembang, Jumat (7/5/2021).
Para petugas tengah menyetop kendaraan yang akan masuk ke wilayah Palembang di pos penyekatan Karyajaya Palembang, Jumat (7/5/2021). (SRIPOKU.COM / Odi Aria)

Kebijakan tersebut menuai pro dan kontra, mengingat tradisi mudik merupakan istiadat tahunan masyarakat yang mencari rezeki di kota rantauan.

Mereka yang lelah bertarung di kota yang jauh dari kampung halaman, menjadikan momen Lebaran untuk rehat sejenak sekaligus bersilaturahmi bersama keluarga.

Mereka yang mudik biasanya warga yang tinggal di kota, pulang ke desanya.

Mereka bersilaturahmi dengan keluarga besar, sekaligus bersama-sama menikmati makanan yang dibuat oleh keluarga mereka.

Baca juga: Penyekatan Larangan Mudik di Lubuklinggau Bikin Sopir Angdes Merana, Cari 50 Ribu Saja Susah

Baca juga: Larangan Mudik di Palembang, Ibu Muda Menangis Gendong Anak di Stasiun Kertapati: Suamiku Tinggal

Halaman
1234
Penulis: RM. Resha A.U
Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved