Asal Usul Penamaan Hari Minggu

Ustaz Adi Hidayat Bongkar Asal Usul Penamaan Hari Minggu, Berasal dari Santo Dominggo

Sudah lama jadi tanda tanya awal pergantian dan asal usul penamaan hari Minggu yang sebelumnya lebih dikenal dengan hari Ahad.

Tayang:
Editor: Salman Rasyidin
Instagram @ustadz Adi hidayat official
Ustaz Adi Hidayat Ungkap Asal Usul Hari Minggu, Berasal dari Santo Dominggo-Seorang Imam Katolik 

“Pada hari Minggu kami semua berkumpul, karena itulah hari pertama, padanya Allah telah menarik zat perdana dari kegelapan dan telah menciptakan dunia, dan karena Yesus Kristus. Penebus kita telah bangkit dari antara orang mati pada hari ini” (Yustinus, apol. 1,67).

Santo Yohanes Paulus II mengajarkan: “..hari Minggu adalah hari di atas semua hari yang lain, yang memanggil umat Kristen untuk mengingat keselamatan yang diberikan kepada mereka dalam Baptisan dan yang telah membuat mereka baru di dalam Kristus..” (Dies Domini, no. 25).

Dalam KGK 2176, Gereja mengajarkan: “Perayaan hari Minggu berpegang pada peraturan moral, yg dari kodratnya telah ditulis dalam hati manusia: memberikan kepada Allah “satu penghormatan yang tampak, yang resmi dan yang teratur sebagai peringatan akan perbuatan baik dan umum,..

 ….yang menyangkut semua manusia” (Tomas Aquinas, Summa Theologiae. 2-2,122,4). Perayaan hari Minggu memenuhi perintah yang berlaku dalam Perjanjian Lama, yang mengambil irama dan artinya di dalam perayaan setiap minggu akan Pencipta dan Penebus umat-Nya”.

Minggu merupakan HARI PERTAMA DALAM SATU PEKAN, yang menurut Kitab Suci merupakan hari Kebangkitan Yesus yang menjadi pusat dan inti Misteri iman Kristiani.

Dalam Injil Matius 28:1; Mrk 16:2; Luk 24:1; Yoh 20:1, disabdakan bahwa Yesus bangkit dari kematian pada HARI PERTAMA MINGGU (bdk. KGK no. 2174).

Dalam Injil Matius 28: 1 disabdakan: “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada HARI PERTAMA MINGGU itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu”. Ini peristiwa saat Yesus bangkit dari antara orang mati!

Injil Markus 16: 2 mengisahkan hal yang sama: “Dan pagi-pagi benar pada HARI PERTAMA MINGGU itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur”.

Begitu pula Yoh 20: 1 mengisahkan demikian: “Pada HARI PERTAMA MINGGU itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur”.

Pada HARI PERTAMA MINGGU, Yesus menampakkan diri kepada dua orang murid di Emaus dan memecah-mecahkan roti (Luk 24:13-36). Pada Hari Pertama Minggu juga Yesus menampakkan diri kepada para murid (Yoh 20:19).

Jadi, Hari Minggu terkait erat dengan Yesus Kristus. Maka, Hari Minggu disebut juga Hari Tuhan.
Para Rasul kemudian melestarikan perayaan kenangan akan Yesus Kristus pada HARI PERTAMA MINGGU. Hal ini ditulis dalam Kitab Kisah para Rasul 20: 7: “Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti….”

Pelestarian hari Minggu juga tampak alam 1 Kor 16: 2: “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing – sesuai dengan apa yang kamu peroleh – menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang”.

Umat Kristiani datang ke Gereja dengan berbagai tujuan. Tidak juga selalu hanya pada hari Minggu. Ada yang pergi ke Gereja untuk berdoa, bermeditasi, menenangkan diri.

Sebelum pandemi Covid-19, banyak kelompok Doa (Legio Maria, Taize, Karismatik, Kerahiman Ilahi, dll) berkumpul di Gereja untuk berdoa.
Ada juga yang pergi ke Gereja oleh karena ikut perayaan Ekaristi, yang merupakan sumber dan pucak (fons et culmen) seluruh kehidupan Kristiani serta rangkuman iman Katolik.

Dalam KHK Kanon 897 & Ensiklik Redemptoris Hominis (dari Paus Yohanes Paulus II), Tuhan Yesus sendiri hadir dalam Ekaristi, mempersembahkan diri sebagai Makanan Rohani yang menjadi jaminan keselamatan kekal.

Ajaran Gereja dalam KGK Kan 897 dan Redemptoris Hominis ini punya landasannya dalam Injil Yoh 6: 4 8-59, di mana Yesus mengatakan: Aku adalah Roti kehidupan”.

Semoga dengan paparan ini, kita semakin memahami makna di balik peribadatan pada Hari Minggu. 1 Yoh 4: 1: “janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia”.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Ustaz Adi Hidayat Ungkap Asal Usul Hari Minggu, Berasal dari Santo Dominggo-Seorang Imam Katolik, https://wartakota.tribunnews.com/2021/05/05/ustaz-adi-hidayat-ungkap-asal-usul-hari-minggu-berasal-dari-kata-santo-dominggo-seorang-imam-katolik?page=all

Sumber: Warta Kota
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved