Asal Usul Penamaan Hari Minggu

Ustaz Adi Hidayat Bongkar Asal Usul Penamaan Hari Minggu, Berasal dari Santo Dominggo

Sudah lama jadi tanda tanya awal pergantian dan asal usul penamaan hari Minggu yang sebelumnya lebih dikenal dengan hari Ahad.

Editor: Salman Rasyidin
Instagram @ustadz Adi hidayat official
Ustaz Adi Hidayat Ungkap Asal Usul Hari Minggu, Berasal dari Santo Dominggo-Seorang Imam Katolik 

U

SRIPOKU.COM—Sudah lama jadi tanda tanya awal pergantian dan asal usul penamaan hari Minggu yang sebelumnya lebih dikenal dengan hari Ahad.  

Dan tidak satu pun yang bisa memberikan jawaban karena secara perlahan penyebutan nama hari Minggu berganti di kalender.

Seperti diungkap WARTAKOTALIVE.COM dengan memaparkan Ceramah Ustaz Adi Hidayat kembali viral di media sosial.

Kali ini, ceramah itu mengulas tentang asal usul penamaan hari 'Minggu' di Indonesia yang berasal dari nama seorang Imam Katolik.

Ceramah itu trekam dan diunggah kembali oleh akun @Dark_Anger1; pada Selasa (4/5/2021).

Dalam video tersebut, awalnya Ustaz Adi Hidayat membahas soal nama gereja yang berasal dari bahasa latin, yakni 'igereja'.

Selanjutnya, mengenai tata cara beribadah umat kristiani hingga seorang pemuka agama terkenal bernama Santo Dominggo.

"Berdasarkan perjalanan waktu, igereja-igereja-igereja lama-lama menjadi gereja. Jadi gereja itu bukan bahasa Indonesia, dari bahasa latin, asalnya igereja. Bagaimana cara ibadahnya?," tanya Ustaz Adi Hidayat.

"Pertama mereka datang ke situ itu dua hari setelah orang Islam ibadah. Orang Islam umumnya hari Jumat mereka ke mesjid, dua hari setelah itu, itu mereka berangkat ke igereja. Nah cara menyembah orang-orang katolik sampai sekarang itu nggak langsung menyembah tuhannya, lewat perantara," tambahnya.

"Jadi kalau mau ditebus dosanya datang kepada 'Bapa', gitu kan? minta pengakuan dosa dan sebagainya, disebut dengan Santo. Pada saat itu yang disembah Santo Dominggo. Jadi ketika berangkat ditanya mau ke mana mereka? nyembah Santo Dominggo ke igereja," jelas Ustaz Adi Hidayat.

Kebiasaan menjadi perilaku, nama Santo Dominggu katanya lambat laut berubah menjadi 'Minggu'.

Kemudian menjadi nama hari Minggu hingga saat ini.

"Lisan orang kita suka menyingkat, 'Santo Dominggo-Dominggo-Dominggo-Dominggo menjadi Minggu sampai harinya. Tidak pakai 'o'," ungkap Ustaz Adi Hidayat tersenyum.

"Nah itu, disingkat jadi minggu, minggu itu nggak ada, itu bukan bahasa Indonesia asli, bukan! dulu Ahad, semua mengatakan Ahad. Santo Dominggo, disingkat jadi Minggu, orang kita kan suka menyingkat, bahkan kadang jauh ya? Dominggo-Dominggo-minggu-minggu, hadirlah sampai hari ini," paparnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved