Asal Usul Penamaan Hari Minggu
Ustaz Adi Hidayat Bongkar Asal Usul Penamaan Hari Minggu, Berasal dari Santo Dominggo
Sudah lama jadi tanda tanya awal pergantian dan asal usul penamaan hari Minggu yang sebelumnya lebih dikenal dengan hari Ahad.
Perubahan tersebut katanya terjadi pada era KH Hasyim Asyari sekira tahun 1911.
Ketika itu, KH Hasyim Asyari diungkapkannya bahkan mengeluarkan fatwa haram mengenai umat muslim yang masuk ke dalam gereja hingga mengenakan pakaian serupa dengan umat Kristiani.
"Di masa tahun 1330 hijriah berkembang itu, KH Hasyim Asyari memberikan fatwa, tidak boleh ikut-ikutan masuk ke gereja. Bahkan beliau ini menghukumi, maaf, menghukumi, 'siapa yang ikut ke sana-bahkan sekedar mengenakan simbol-simbol, pakai topi dan sebagainya-maka ikut dalam kekafiran mereka'," jelas Adi Hidayat.
"Itu keluar fatwa, jadi hati-hati bapak-ibu sekalian ini tidak mudah. Yang jadi persoalan sekarang kok bisa sekarang semakin berkembang?Saya nggak bisa memahami itu, saya tidak bisa memahami sampai hari ini," jelasnya.
Beragam pertanyaan pun disampaikan Ustaz Adi Hidayat terkait hal yang semula dilarang oleh KH Hasyim Asyari justru kini dilakukan banyak umat muslim.
"Kok bisa adzan bisa berkumandang di tempat ibadah agama orang lain? Buka puasa di tempat ibadah agama orang lain, ngapain? Pantesan orang-orang singgah di masjid, ininya (takjil) abis-itunya abis, dibawa ke tempat ibadah orang lain," ungkap Ustad Adi Hidayat.
"Salawatan di tempat ibadah agama lain, kan kacau kalau sudah seperti itu! Itu nggak tepat ya! itu nggak tepat!," jelasnya diakhir tayangan.
Dibantah Pastor Postinus Gulo
Pernyataan Ustaz Adi Hidayat secara langsung dibantah oleh Pastor Postinus Gulo.
Lewat akun twitternya @PostinusGul; pada Selasa (4/5/2021), Pastor Postinus secara tegas menyatakan kisah yang disampaikan Ustaz Adi Hidayat tidak benar.
Alasannya karena hari minggu dalam bahasa latin disebut 'domnca' yang berarti Tuhan.
Dalam serapannya ke sejumlah bahasa, termasuk bahasa Portugis, kata itu disebut Domingo atau dibaca 'Dominggo.
"Dalam tradisi Kristiani, Minggu disebut domnca (bahasa Latin) atau doménica (bahasa Italia), yang berarti Hari Tuhan. Kata ini dalam bahasa Portugis disebut Domingo (jika dibaca terdengar seperti Dominggo), yang dalam bahasa Latin disebut dies Dominicus atau Dies Domini (Hari Tuhan kita)," tulis Pastor Postinus.
Alasan lainnya disampaikan Pastor Postinus merujuk sejumlah ayat dalam Al Kitab.
Salah satu jawabannya bisa kita temukan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) no. 2174 : 'Bagi warga Kristen, hari Minggu telah menjadi hari segala hari, pesta segala pesta, 'hari Tuhan' (he kyriake hemera, dies dominica) 'hari Minggu'.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/adi-hidayat1.jpg)