Asal Usul Penamaan Hari Minggu

Ustaz Adi Hidayat Bongkar Asal Usul Penamaan Hari Minggu, Berasal dari Santo Dominggo

Sudah lama jadi tanda tanya awal pergantian dan asal usul penamaan hari Minggu yang sebelumnya lebih dikenal dengan hari Ahad.

Tayang:
Editor: Salman Rasyidin
Instagram @ustadz Adi hidayat official
Ustaz Adi Hidayat Ungkap Asal Usul Hari Minggu, Berasal dari Santo Dominggo-Seorang Imam Katolik 

'Pada hari Minggu kami semua berkumpul, karena itulah hari pertama, padanya Allah telah menarik zat perdana dari kegelapan dan telah menciptakan dunia, dan karena Yesus Kristus. Penebus kita telah bangkit dari antara orang mati pada hari ini' (Yustinus, apol. 1,67).

"Dalam Injil Matius 28:1; Mrk 16:2; Luk 24:1; Yoh 20:1, disabdakan bahwa Yesus bangkit dari kematian pada HARI PERTAMA MINGGU (bdk. KGK no. 2174)," tulisnya.

Walau menilai Ustaz Adi Hidayat tidak benar, Pastor Postinus memaafkan.

Dirinya berharap agar semua pihak, khususnya umat kristiani dapat memetik pelajaran dari peristiwa tersebut.

"Semoga dengan paparan ini, kita semakin memahami makna di balik peribadatan pada Hari Minggu," tulisnya diakhir utasan.

Berikut utasan Pastor Postinus Gulo lewat akun twitternya @PostinusGul; pada Selasa (4/5/2021): 

Ada yang tanya: Romo apakah benar kata Bapak Adi Hidayat bahwa umat Kristiani ke Gereja untuk menyembah Santo Domingo? Jawab: TIDAK BENAR! Mari kita ampuni beliau, kiranya diberkati Tuhan, menyebarkan kebenaran dan tidak sebaliknya.

Setelah mendengar ceramah Bapak AH ini, maka muncul pertanyaan lain: apakah benar kata Minggu dari Santo Domingo? Mari kita ikut pelan-pelan pembahasan berikut. Kita perlu meluruskan informasi yang tidak benar.

Dalam ceramahnya, Bapak AH mengatakan: “..orang-orang Katolik, tidak langsung menyembah Tuhannya, tapi lewat perantara yaitu Santo Domingo... kalau berangkat ke Gereja, untuk menyembah Santo Domingo. Orang suka menyingkat, Santo Domingo menjadi Minggu”. Ini jelas, SALAH, TIDAK BENAR!

Dalam tradisi Kristiani, Minggu disebut domnca (bahasa Latin) atau doménica (bahasa Italia), yang berarti Hari Tuhan. Kata ini dalam bahasa Portugis disebut Domingo (jika dibaca terdengar seperti Dominggo), yang dalam bahasa Latin disebut dies Dominicus atau Dies Domini (Hari Tuhan kita).

Tahukah Anda bahwa Santo Domingo itu rupanya nama ibu kota dan kota terbesar di Republik Dominika dan wilayah metropolitan terbesar di Karibia menurut jumlah penduduk. Nama asli kota ini: La Nueva Isabela, dinamai oleh Bartholomew Columbus.

Pada tahun 1495 nama kota La Nueva Isabela diubah menjadi “Santo Domingo”, untuk menghormati Santo Dominikus, seorang imam Katolik yang kemudian menjadi pendiri Ordo Dominikan, yang lebih dikenal dengan nama: Ordo Praedicatorum (O.P) atau Ordo Pewarta/Pengkhotbah.

Santo Dominikus (sering dipanggil juga Dominic de Guzmán atau Domingo Félix de Guzmán) hidup dalam kurun waktu 8 August 1170 – 6 August 1221. Pada zaman Santo Dominikus, umat Kristiani jelas sudah punya tradisi merayakan liturgi pada hari Minggu.

Mari kembali ke pembahasan: benarkah orang Kristiani pergi ke Gereja pada hari Minggu untuk menyembah Santo Domingo? Jawabnya: TIDAK BENAR. Mengapa Hari Minggu menjadi hari yang sangat penting bagi umat Kristiani? Mengapa perayaan liturgis hari Minggu menjadi sangat penting?

Salah satu jawabannya bisa kita temukan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) no. 2174 : “Bagi warga Kristen, hari Minggu telah menjadi hari segala hari, pesta segala pesta, “hari Tuhan” [he kyriake hemera, dies dominica], “hari Minggu”.

Sumber: Warta Kota
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved