Breaking News:

Berita Eksklusif

Pelanggar PPKM Hanya Disanksi Ringan, Epidemiolog: Angka Kematian Malah Makin Tinggi

Pemberian sanksi ringan tersebut cukup efektif untuk membuat pelanggar cepat menyadari kesalahan

SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Anggota Sat Pol PP patroli penegakkan protokol kesehatan di salah satu toko bangunan di Palembang, Selasa (20/4/2021). 

PALEMBANG, SRIPO -- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro mulai diterapkan di tujuh kabupaten/kota di Sumsel sejak 6 April hingga 19 April lalu.

Dalam pelaksanaannya, PPKM skala mikro melibatkan berbagai institusi termasuk aparat penegak hukum untuk memastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan termasuk Satuan Polisi Pamong Praja.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumsel, Aris Saputra, mengatakan, selama operasi yustisi digelar tidak ada warga yang terjaring yang diberi sanksi berat.

Jika pun ada sanksi hanya berupa sanksi ringan yakni berupa teguran lisan, menyanyikan lagu nasional, membersihkan fasilitas umum untuk perorangan dan menandatangani pernyatan untuk tidak mengulangi dan menyiapkan peralatan perlengkapan prokes di tempat usaha bagi pelaku usaha.

"Kami mengedepankan edukasi karena tujuan PPKM bukan sanksinya tapi bagaimana masyarakat sadar dan terus melakukan kegiatan dan kehidupan dengan tetap melaksanakan prokes dimanapun berada," katanya, Rabu (21/4).

Menurut Aris, pemberian sanksi ringan tersebut cukup efektif untuk membuat pelanggar cepat menyadari kesalahan karena lebih mengedepankan efek psikologis.

"Sehingga pendekatan kemanusiaan akan lebih menyentuh. Kalau denda kita juga paham bagaimana kondisi ekonomi saat ini," jelasnya.

Patroli penegakkan protokol kesehatan pum terus dilakukan untuk terus menyosialisasikan, mengedukasi dan penegakkan dengan sanksi efek jera. Tempat publik hingga jalan raya menjadi kawasan prioritas kegiatan patroli.

"Mudah mudahan semua akan berakhir berkat kesadaran dan kehadiran pemerintah dari tingkat atas sampai ke desa kelurahan dan RT untuk disiplin prokes di manapun berada," tambah dia.

Aris menyebut, saat ini pihaknya bersama unsur terkait di Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel tengah melakukan rapat untuk persiapan penanganan arus mudik lebaran.

Halaman
12
Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved