Berita Sriwijaya FC

Biar Ga Loyo Saat Latihan Keras di Bulan Puasa, Ini Tips Dari Calon Kapten Sriwijaya FC

Tingginya tempo latihan yang diterapkan Nil Maizar di bulan puasa, membuat para pemain Sriwijaya FC harus mempersiapkan fisik agar tetap prima.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: RM. Resha A.U

"Ya karena saya dari kecil sama aja kayak diasuh sama dia. Dikasih wejangan, ceramah soal bola begini begini. Salah satu motivasi saya jadi pemain sepakbola. Menurut saya pemain Indonesia lainnya sama saja. Kan hak saya yang meniru, bukan yang di sana. Yang mengajarkan saya, orang-orang dekat saya. Makanya saya pengalaman ya itulah," kata Dedi Hartono.

Dedi mengaku senang akhirnya tahun ini bisa berjodoh dengan tim berjuluk Laskar Wong Kito dan menganggap Tahun 2016 belum berjodoh saja.

"Tertarik ke Sriwijaya FC ini karena target manajemen untuk lolos Liga 1. Dulu hampir mau jadi di Sriwijaya. Namun itulah belum rezeki waktu itu. Tahun 2016 kalau gak salah," terangnya.

Baca juga: Dikontrak PSM Makassar, Mantan Pemain Sriwijaya FC Ini Mengaku Belum Dapat Tim Untuk Musim 2021

Baca juga: Pelatih Sriwijaya FC Gaet Ambrizal, Seleksi Akhir Calon Siswa Akademi SFC

Dedi Hartono adalah pemain sepakbola Indonesia yang bermain untuk Borneo FC di Liga 1 2020.

Selain rajin memberikan umpan menusuk dari garis pinggir lapangan, melewati satu atau dua pemain lawan dengan mudahnya, Dedi kerap melepas umpan-umpan crossing yang membuat pertahanan lawan kocar-kacir.

"Saya mengawali di klub PSBL Bandarlampung 2005, Semen Padang 2006-2007, Batito 2011. Di Barito selama 5 musim sampai 2017. Kemudian pindah ke Mitra Kukar 2018. Lalu balik lagi Semen Padang 2019. Terakhir 2020 di Borneo FC," kata Dedi.

Setelah sempat mengenakan jersey Sriwijaya FC namun akhirnya kandas, baru musim kompetisi 2021 ini Dedi Hartono akhirnya bergabung.

"Menurut saya setiap perjalanan selalu ada histori. Tapi yang jelas menurut saya semuanya pengalaman berharga, berkesan semua. Gak bisa dibilang satu ini. Sama saja karena setiap perjalanan saya nikmati perjalanan itu," terangnya.

Klub tempatnya bekerja dirasakannya dekat dengan tanah kelahiran, sehingga terpikirkan olehnya nanti untuk menyempatkan pulang kampung ke Pringsewu Lampung.

"Ya kalau di sini rencana-rencana mau mudik kan deket. Kalau rumah saya itu di Pringsewu dari sini jalan 5 jam itu udah nyantai. Keluarga saya masih lengkap semuanya di Lampung. Bapak, Ibu, Mertua, istri, anak semua. Tepatnya di Desa Tegal Sari, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved