Breaking News:

Berita Prabumulih

Pemkot Prabumulih Bakal Buka Pasar Bedug Dua Minggu, tak Pakai Masker Bakal Diusir

Hal itu diungkapkan Walikota Prabumulih H Ridho Yahya ketika diwawancarai sejumlah wartawan di gedung pemkot Prabumulih, pada Rabu (14/4/2021).

TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Untuk memudahkan masyarakat mencari makanan berbuka puasa, Pemerintah kota Prabumulih melalui Dinas Perdagangan mulai 21 April mendatang akan membuka pasar bedug atau pasar kuliner ramadan.

Hal itu diungkapkan Walikota Prabumulih H Ridho Yahya ketika diwawancarai sejumlah wartawan di gedung pemkot Prabumulih, pada Rabu (14/4/2021).

"Pasar bedug dibuka tapi tetap mematuhi protokol kesehatan, pembeli masuk tak pakai masker tidak diperbolehkan masuk dan ada cuci tangan, lengkap. Kasian juga pedagang tidak dibuka pasar bedug," ungkap Ridho Yahya.

Baca juga: 24 Pejabat Pemkot Prabumulih Dapat Promosi Jabatan Baru, Ada Satu Orang Pejabat Eselon III

Baca juga: Jika Besok Belum Menyerahkan Diri Jangan Salahkan Kami, Pesan untuk Bandit Pecah Kaca di Prabumulih

Ayah dari tokoh melenial dr Murwani Emasrissa Latifah itu menuturkan pasar bedug rencananya akan dibuka di halaman masjid Agung Nur Arafah kota Prabumulih selama beberapa minggu.

"Pedagang juga nanti harus pakai masker dan jaga jarak, mereka akan menempati lapak disiapkan pemkot Prabumulih secara gratis. Pembeli juga harus pakai masker kalau tidak akan diusir," katanya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Pemkot Prabumulih, Muhtar Edi yang menuturkan para pedagang dan pembeli tidak mematuhi protokol kesehatan akan dikeluarkan.

Baca juga: DPRD Dukung Pemberlakuan PPKM Skala Mikro di Prabumulih, Segera Bentuk Posko Penanganan Covid-19

Baca juga: Dana BOS Dicuri Bandit Pecah Kaca Kepala SMAN 1 Prabumulih Janji Cicil Pembayaran, Akui Khilaf

"Jadi nanti dipintu masuk jualan akan standby petugas Pol PP dan akan disiapkan cuci tangan, handsanitizer, pembeli tak pakai masker tidak akan diperkenankan masuk," bebernya.

Muhtar Edi menjelaskan, pihaknya memiliki opsi tiga tempat yakni di taman tugu kecil, halaman kantor walikota samping gedung DPRD dan di halaman masjid agung Nur Arafah. 

"Disetujui di halaman masjid Nur Arafah, nanti para pedagang yang nanti berjualan juga akan dibatasi kurang dari 50 pedagang kuliner," katanya seraya menuturkan pedagang tinggal masuk ke lapak dan tenda yang disediakan pihaknya. (Eds/TS)

Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved