Breaking News:

KKB Papua Kelaparan tak Bisa Lagi Dekati Perkotaan, Satgas Nemangkawi: Serahkan Diri atau Tertangkap

Satgas Nemangkawi, kata dia, terus mengejar kelompok tersebut hingga mereka menyerahkan diri atau tertangkap.

Ist/handout
KKB Papua 

SRIPOKU.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dikabarkan tak bisa lagi mendekati perkotaan.

Posisi mereka kian terjepit dan terus mundur dari kejaran TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi.

Berbagai upaya untuk menumpas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) memang sedang gencar dilakukan oleh Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri.

Irjen Mathius D Fakhiri seolah tak memberikan ruang sedikit pun untuk KKB Papua.

Baca juga: KNPI Banyuasin Gelar Tabligh Akbar dan Zikir Bersama

Baca juga: 3 Mantan Pejabat Pemprov Sumsel Kembali Diperiksa, Saksi Kasus Korupsi Dana Hibah Masjid Sriwijaya

Baca juga: 10 KALI Dimaafin Terulang Lagi, Nasib Miris Polwan Jelita, Suami Lebih Senang Pelukan Janda

Baca juga: Dukun Duda Perdayai Teman Anaknya, Minyak Ini Bikin Korban Mau Digauli : Demi Sang Pacar

Irjen Mathius D Fakhiri Buru KKB Papua Jhony Botak hingga Terjepit (tribratanews.polri.go.id)
Irjen Mathius D Fakhiri Buru KKB Papua Jhony Botak hingga Terjepit (tribratanews.polri.go.id) ()

Hal itu membuat KKB Papua pimpinan Joni Botak semakin terjepit di kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Mereka terus berpindah dari hari ke hari dan telah mundur ke ara pegunungan.

Fakhiri menyebutkan, kelompok itu sudah berada di distrik lain yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Puncak Jaya.

Taktik Satgas Nemangkawi memutus pasokan logistik membuat KKB Papua tak bisa berbuat banyak.

"Mereka mundur ke belakang, ke arah atas, karena kalau dia balik ke kota sudah tidak mungkin.

Pokoknya tidak ada lagi masyarakat yang bisa memberikan bantuan logistik ke area selama ini mereka beroperasi," ujar Fakhiri di Jayapura, Rabu (7/4/2021).

Halaman
1234
Editor: Fadhila Rahma
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved