Breaking News:

Disnaker Lubuklinggau Komplain Hasil Data BPS Lubuklinggau Terkait Angka Pengangguran, Kurang Teliti

Dinas Ketenagakerjaan Lubuklinggau meradang ketika Lubuklinggau disebut kota dengan anggka penggangguran terbuka cukup tinggi

tribunsumsel/eko
Kadisnaker Lubuklinggau Purnomo. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Dinas Ketenagakerjaan Lubuklinggau meradang ketika Lubuklinggau disebut kota dengan anggka penggangguran terbuka cukup tinggi di Sumatera Selatan (Sumsel).

Hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Lubuklinggau tahun 2020 lalu angka TPT di kota ini mencapai 7,41 persen dari 121.049 angkatan kerja kota ini.

Akibatnya Disnaker Lubuklinggau protes ke BPS Lubuklinggau, yang menyebut pencacah yang melakukan survei TPT dari BPS Lubuklinggau tersebut kurang teliti.

Pastikan Kenyamanan Pelanggan, PLN Vaksinasi 380 Pegawai dan Petugas Layanan

"Saya datangi BPS Lubuklinggau untuk mengadu data dengan mereka (BPS), saya katakan pencacah mereka kurang teliti," ungkap Kadisnaker Lubuklinggau, Purnomo, pada wartawan, Rabu (7/4/2021).

Menurutnya, walaupun sampelnya itu dilakukan secara acak, kebetulan yang mereka sampel itu adalah orang-orang yang selama ini memang tidak bekerja.

"Nyatanya saya cek, saya tantang anak-anak Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Lubuklinggau kemarin baik yang alumni maupun proses, saya tanya, ternyata siapa yang belum bekerja, dari 16 orang kemarin hanya dua yang belum kerja," ungkapnya.

Ia menegaskan, bila memang banyak alumni-alumni dari BLK belum bekerja, maka pihaknya sendiri yang akan mengantarkan para penggangguran tersebut untuk disalurkan supaya segera bekerja.

Tak Mau Bayar Arisan Padahal Kena, Bandar Arisan Laporkan Anggotanya ke SPKT Polrestabes Palembang

"Namun, nyatanya mereka bilang walau tidak bekerja mereka sudah ada usaha, saya tanya mereka.

Mereka jawab sudah ada usaha mandiri, mereka tidak mau saya antar kerja, itu suatu bukti bahwa di Linggau ini orang-orangnya banyak yang kerja," ungkapnya.

Selain itu, menurut Purnomo jumlah pencari kerja di Lubuklinggau tidak sebanyak yang disampaikan oleh BPS, bahkan datanya kurang dari 1.000 orang.

"Saya menyatakan bahwa hasil BPS itu harus koreksi diri, benar tidak pencacahnya itu, buktinya saya tanya dari yang magang di BLK kemarin nyatanya dari 16 orang ternyata hanya dua yang belum kerja," ujarnya.

Bahkan, akibat pandemi Covid-19 di Lubuklinggau juga tidak terlalu berpengaruh terhadap para pekerja, buktinya ekonomi masyarakat lancar dan Lubuklinggau juga tidak melakukan PSBB.

3 Saksi Kembali Diperiksa Kejati Sumsel Dugaan Korupsi Masjid Raya Sriwijaya, Ada Mukti Sulaiman

"Jadi yang menerapkan PSBB mungkin itu pengganguran tinggi, kita yang paling banyak terdampak sektor hotel, karena kita kota jasa, sementara yang lain tetap jalan," tambahnya.

Penulis: Eko Hepronis

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved