Breaking News:

Berita Muratara

Alasan Klasik, Masih Ada Warga Muratara yang Simpan Kecepek: Padahal Hukumannya Berat

"Tapi itu tidak dibenarkan di mata hukum dan masyarakat harus mengikuti peraturan yang berlaku," kata AKBP Eko Sumaryanto, Senin (22/3/2021).

SRIPOKU.COM/IST
Warga melalui Kepala Desa menyerahkan senjata api rakitan jenis kecepek ke Polsek Karang Jaya, Kabupaten Muratara 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Kapolres Musi Rawas Utara (Muratara), AKBP Eko Sumaryanto terus mengimbau warga yang masih menyimpan senjata api rakitan (senpira) agar segera menyerahkannya ke polisi.

Eko meyakini bahwa senpira terutama jenis kecepek masih beredar di masyarakat di Kabupaten Muratara.

Dia menyatakan, banyak warga masih menyimpan senpira dengan alasan klasik untuk menjaga kebun.

Baca juga: Tiga Bulan Berturut Insiden Menimpa Pencari Emas Asal Muratara di Jambi, Sudah 5 Korban Jiwa

Baca juga: Guru Honorer K2 dan TKS di Muratara Gerah, Belum Gajian Sejak Desember 2020, Kadisdik Minta Bersabar

"Tapi itu tidak dibenarkan di mata hukum dan masyarakat harus mengikuti peraturan yang berlaku," kata AKBP Eko Sumaryanto, Senin (22/3/2021).

Dijelaskan, penguasaan senpira sudah diatur dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Dimana masyarakat sipil yang menyimpan senpira secara ilegal dapat diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Eko menegaskan bagi warga yang menyerahkan senpira ke polisi tidak akan diproses, namun bila kedapatan menyimpan akan ditindak.

Baca juga: BEREDAR Video Harimau Berkeliaran di Kebun Sawit, Kapolres Muratara : Hati-hati Bisa Kena Dipenjara

Baca juga: Enam Daerah Prioritas Pengamanan Karhutla Tahun 2021, PALI Muaraenim Masuk Daftar, Mura Muratara?

"Kami imbau masyarakat yang masih menguasai senpira atau istilah di sini kecepek agar menyerahkannya ke kantor polisi terdekat," imbau Eko.

Kapolsek Karang Jaya, Iptu Surhadi mengatakan dalam sepekan terakhir telah menerima empat pucuk senpira jenis kecepek dari warga.

Senpira tersebut berasal dari beberapa desa dan diserahkan warga melalui pemerintah desa.

"Alhamdulillah setelah kami imbau di masjid saat shalat Jumat, kami sudah menerima empat pucuk kecepek, mudah-mudahan masih ada tambahannya," kata dia.

Surhadi menyebut empat pucuk kecepek itu berasal dari warga Desa Muara Batang Empu, Desa Rantau Telang, dan Desa Bukit Ulu.

"Dari Rantau Telang kita dapat dua pucuk, dari Muara Batang Empu dan Bukit Ulu masing-masing satu pucuk kecepek," katanya. (Rahmat/TS)

Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved