Buya Menjawab
Sedekah Ruwah, Bolehkah?
Apabila datang bulan sya’ban, kaum muslimin banyak yang melakukan sedekah “ruwah”. Apa hal tersebut tidak menyalahi hukum agama Islam?
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
BUYA apabila datang bulan sya’ban, kaum muslimin banyak yang melakukan sedekah “ruwah”.
Apa hal tersebut tidak menyalahi hukum agama Islam? Mohon penjelasanya Buya. Terimakasih.
Terima kasih 0812710xxxx
Jawaban:
Wa’alaikumussalam.Wr.Wb.
Sodaqoh sangat dianjurkan di dalam agama Islam, baik ketika orang masih hidup, maupun setelah meninggal, karena bagi yang akan meninggal Allah SWT masih memberi peluang baginya untuk berwasiat, dan wasiatnya dilaksanakan oleh ahli warisnya.
Terhadap keluarga yang sudah meninggal dunia, maka bagi ahli warisnya dan keluarganya di sunnahkan untuk memohon ampunan buat almarhum dan almarhumah, dan do’a-do’a tersebut akan mudah di ijabah Allah SWT pada waktu-waktu tertentu seperti yang dikemukakan oleh Imam Syafi’i: “Sungguh do’a akan dikabulkan pada 5 malam, yaitu: 1. Malam Jum’at 2. Malam lebaran Idul adha 3. Malam lebaran Idul Fithri 4. Malam pertama bulan Rajab 5. Malam Nisfu Sya’ban (malam ke lima belas bulan Sya’ban).
Keterangan dari kitab “As-Sunnanul Kubra”’ Karya Imam Al-Baihaqi. Vol.3 hlm.319 cetakan Darul Fikr , Beirut , Lebanon.
Maka pada malam Nisfu Sya’ban itu kaum muslimin memohonkan ampun keluarganya dan dalam acara do’a tersebut diiringi dengan sodaqoh yang pahalanya untuk almarhum dan almarhumah.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sriwijayapost di bawah ini:
Do'a permohonan ampun tersebut dinantikan oleh arwah di alam kubur bukan saja dari anak-anak mereka, akan tetapi dari saudara-saudara mereka dan sahabat-sahabat mereka sebagaimana dinyatakan dalam Hadis Nabi Muhammad saw. yang artinya; "Mayit di kuburnya seperti orang yang hanyut minta tolong, dia menunggu do'a yang disampaikan dari anak-anaknya, atau dari saudara-saudaranya atau dari sahabat-sahabatnya. Maka apabila dia mendapatkan nya (do'a) adalah dia lebih menyukai (senang dengan do'a) itu daripada dunia dengan segala apa yang ada padanya" (I'aanat at Tholibin Juz. II. hal. 142)
Apa yang dilakukan oleh anak-anak almarhum di dunia, dapat diketahui oleh Ibu dan Bapak mereka yang telah mati, setiap malam Jum'at sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw.: "Dibeberkan (catatan) amal-amal (hamba Allah) pada hari Senin dan Kamis kehadirat Allah Swt., dan ditampakkan kepada Nabi, dan bapak dan ibu mereka (yang sudah mati) pada hari Jum;at. Maka gembira mereka dengan kebaikan yang dilakukan oleh anak-anak mereka, dan bertambah putih dan cemerlang wajah mereka, maka bertaqwalah kamu dan jangan dibikin sedih mereka". (HR.Al-Hakim dari Walid abdul aziz)
Bahkan berkat dari pada do'a anaknya, maka derajat orang tuanya dapat meningkat di surga, sebagaimana sabda Rasulullah saw.:
"Kelak akan ada seorang yang dinaikkan tingkatan kedudukannya di dalam surga, sehingga ia bertanya-tanya. "Kenapa sekarang aku bisa begini?" Orang tersebut mendapat jawaban, "Berkat permohonan ampun anakmu untukmu." (HR.Ahmad, Ibnu Majah dan Baihaki dari Abu Hurairah ra.)
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Artinya: "Dan dari Ibnu Abbas, dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi Muhammad saw. bertanya: "Sesungguhnya ayahku telah meninggal dunia, padahal dia berkewajiban haji, bolehkah aku menghajikannya? Nabi Muhammad saw. menjawab:"Bagaimana pendapatmu, seandainya ayahmu meninggal dengan menanggung hutang, bolehkah engkau membayarkan hutang dia?" Dia menjawab; "ya". Nabi Muhammad saw. bersabda: "Oleh karena itu, hajikanlah dia" (HR. Daruquthni)
"Sesungguhnya sedekah itu meredam panasnya kubur keluarganya (yang sudah mati), dan bahwasanya orang-orang mukmin pada hari kiamat bernaung dengan naungan sedekahnya". (HR.At Tabrani)