Breaking News:

Tutorial Cara Melapor SPT Pajak Tahunan di Situs DJP Online dan Syarat-syaratnya

Tanggal 31 Maret 2021 nanti menjadi batas akhir pelaporan SPT Tahunan untuk satu tahun pajak berjalan bagi anda yang merupakan WP Orang Pribadi.

SRIPOKU.COM
Ilustrasi melapor SPT tahunan melalui situs DJP Online. 

SRIPOKU.COM -- Melaporkan SPT Tahunan menjadi kewajiban setiap warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat dan memiliki kewajiban di bidang perpajakan.

SPT sendiri adalah pelaporan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Tanggal 31 Maret 2021 nanti menjadi batas akhir pelaporan SPT Tahunan untuk satu tahun pajak berjalan bagi anda yang merupakan WP OP atau Wajib Pajak Orang Pribadi.

Sedangkan tanggal 20 April 2021 menjadi batas akhir pelaporan SPT Tahunan bagi anda yang merupakan WP Badan (Wajib Pajak Badan).

Setelah megetahui kewajiban ini, apa saja syarat yang perlu disiapkan dan cara untuk melaporkan SPT Tahunan ?

Baca juga: Bagaimana Cara Lapor SPT Tahunan di DJP Online Kalau Lupa Password dan EFIN ? Ini Caranya

Ilustrasi.
Ilustrasi. (ISTIMEWA)

===

Cara Lapor SPT Tahunan

Untuk melaporkan SPT, WP bisa memilih di antara 3 cara.

Yakni offline dengan datang langsung ke kantor pelayanan pajak terdekat, melalui jasa pengiriman, dan secara online.

1. Offline/datang ke Kantor Pajak

Berikut cara atau langkah melaporkan SPT pajak secara offline:

* Isi formulir SPT Tahunan yang disediakan dengan benar, tepat, dan jelas;

* Serahkan formulir itu kepada petugas di KPP tempat Anda melaporkan SPT Tahunan;

* WP akan mendapat tanda terima, bukti bahwa SPT Tahunan telah dilaporkan;

* Selesai, simpan tanda terima yang diberikan berjaga jika suatu waktu dibutuhkan.

===

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sriwijayapost di bawah ini:

2. Lapor SPT Tahunan melalui Jasa Pengiriman

Lakukan langkah ini jika Anda memilih melaporkan SPT pajak melalui jasa pengiriman:

* Masukkan formulir SPT Tahunan ke dalam amplop yang tertutup rapat;

* Sertakan informasi yang memuat nama WP, NPWP, tahun pajak yang dilaporkan, status SPT Tahunan (Nihil/kurang bayar/lebih bayar), jenis SPT (SPT Tahunan/SPT Tahunan Pembetulan ke-XX), nomor telepon, pernyataan, dan tanda tangan WP;

* Kirimkan berkas tersebut ke alamat KPP sesuai tempat Anda terdaftar.

* WP akan mendapatkan Satu Surat Tercatat (bukti pengiriman atau tanda terima berkas), simpan.

===

3. Pelaporan SPT Pajak secara Online

Pelaporan SPT pajak secara daring bisa dilakukan melalui layanan e-Filling atau e-Form.

Caranya adalah sebagai berikut:

* Masuk ke laman https://djponline.pajak.go.id;

* Login dengan nomor NPWP dan kata sandi yang sudah ada, lalu isikan kode unik (captcha);

* Jawab sejumlah pertanyaan yang tersedia sesuai dengan kondisi dan keadaan WP;

* Isi formulir SPT dengan benar;

* WP akan menerima tanda bukti jika SPT sudah berhasil dilaporkan.

Untuk menggunakan layanan ini, wajib pajak terlebih dahulu harus memiliki nomor e-FIN (Electronic Filling Identification Number) yang bisa didapatkan dengan mendatangi KPP kemudian melakukan aktivasi.

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Mudah Melaporkan SPT Tahunan 2020 Wajib Pajak Orang Pribadi Secara Online

Gubernur Sumsel Herman Deru Dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya saat menyyampaikan SPT Tahunan di Kanwil DJP Sumsel-Babel. (Gambar diambil beberapa waktu yang lalu, sebelum pandemi Covid-19)
Gubernur Sumsel Herman Deru Dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya saat menyyampaikan SPT Tahunan di Kanwil DJP Sumsel-Babel. (Gambar diambil beberapa waktu yang lalu, sebelum pandemi Covid-19) (Humas Pemprov Sumsel)

===

Syarat Lapor SPT Tahunan

Mengutip laman Direktorat Jenderal Pajak, orang yang bisa melakukan pelaporan SPT Tahunan adalah mereka yang sudah terdaftar sebagai Wajib Pajak (WP).

Terdaftarnya seseorang menjadi WP ditandai dengan kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Bagi mereka yang telah terdaftar sebagai WP atau sudah memiliki NPWP, melaporkan SPT Tahunan adalah wajib hukumnya.

Akan tetapi, ada berkas yang harus dipenuhi untuk bisa menyelesaikan tahapan pelaporan SPT Tahunan.

Untuk Anda yang merupakan WP Orang Pribadi, maka dibutuhkan berkas berupa laporan keuangan.

Untuk WP pelaku UMKM diperlukan Penghitungan Peredaran Bruto dan Pembayaran.

Sementara, untuk WP yang merupakan karyawan, dibutuhkan berkas berupa Bukti Potong Formulir 1721 A1 (karyawan swasta) atau 1721 A2 (pegawai negeri).

Bagi yang belum memiliki NPWP, maka tidak bisa melaporkan SPT Tahunan.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Direktur P2Humas Direktorat Jenderal Pajak, Neil Madrin Noor.

"NPWP adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas WP dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan," jelas Neil saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/2/2021).

"Sesuai dengan definisi tersebut, maka yang bersangkutan mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk memiliki NPWP, kemudian memenuhi kewajiban untuk melaporkan SPT Tahunan," lanjut dia.

Baca juga: Panduan dan Tata Cara Melaporkan SPT Tahunan 2020, Mudah dan Gak Ribet

Infografik: Cara Lapor SPT Pajak via Online.
Infografik: Cara Lapor SPT Pajak via Online. (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

===

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cara Lapor SPT Pajak dan Syaratnya"

===

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved