Cerpen Kita Minggu Ini : Barnali
Barnali mengacungkan ibu jari kepada setiap kendaraan yang lewat, ia mencari tumpangan menuju Pelabuhan di Sungai Padma. Mestinya tiga hari lalu .....
Sopir 40-an tahun seusia bapaknya mengangguk, ia memberikan isyarat agar Barnali naik.
Barnali duduk di samping Kenek.
Ia melongo melihat otot-otot bahu Kenek.
Pria itu diam saja, sedangkan Sopir ramah mengajak bicara Barnali di antara isapan rokoknya.
Jarak Kota Dakha dan pelabuhan sejauh 80 kilometer.
Sekitar tiga jam berkendara melalui jalan utama beraspal.
Namun, truk memilih melaju di jalan tanah, di antara permukiman kumuh sepanjang rel kereta api.
Setiap kali jalanan bergelombang, tubuh mereka berguncang-guncang.
Seketika itu juga Barnali gembira.
Seperti naik kereta luncur, katanya.
Sopir berkali-kali meliriknya.
Barnali gadis berwajah oval, berbulu mata lentik, tapi tubuhnya seperti korek api. Lurus tanpa lekuk.
Berapa harga jualnya, Sopir mencoba menaksir.
Kebaikan palsu Sopir tidak lagi disembunyikan.
Sesampai Sungai Padma, truk tidak berhenti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/psk1jpg.jpg)