Breaking News:

Berita OKI

Dinas Kesehatan Kabupaten OKI Sebut Warga Dulu Ketakutan, Sekarang Ramai Minta Divaksin

Dengan keinginan masyarakat untuk divaksin secara sukarela kini meningkat, berbanding dengan ketakutan yang sempat dirasakan pada awal vaksinasi.

IST
Salah satu Tenaga kesehatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang saat diberikan vaksin, nampak ketakutan. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir terus melakukan percepatan verifikasi data penerima vaksin untuk tahap dua.

Target penerima vaksin seluruh lapisan masyarakat terdata sebanyak 473.370 orang penduduk.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Iwan Setiawan bahwasanya pemberian vaksinasi tahap kedua ini terbagi ke dalam dua gelombang.

Baca juga: Serda Rio Dibacok Pemalak di Jembatan Serinanti Jelang Hari Pertama Tugas di OKI, Terpaksa Dioperasi

Baca juga: Detik-detik Serda Rio & Ayah Dibacok Pemalak di Jembatan Desa Serinanti OKI, Pelaku Sempat Didorong

"Gelombang pertama diperuntukkan bagi tenaga keamanan seperti TNI dan Polri, kemudian dilanjutkan pegawai ASN lalu sekretariat DPRD OKI secara bertahap,"

"Kemudian gelombang kedua menyasar kelompok pedagang pasar, petugas transportasi, tenaga pengajar, wartawan dan barulah masyarakat umum," ujarnya saat dimintai keterangan, Minggu (7/3/2021).

Dijelaskan Iwan, dari evaluasi pemberian vaksin di tahap pertama yang menyasar pada tenaga kesehatan menunjukkan hasil yang memuaskan.

Baca juga: Serda Rio & Ayahnya Dibacok Pemalak di Jembatan Desa Serinanti OKI, Hitungan Jam Pelaku Ditangkap

Baca juga: Kapolres OKI Berangkatkan 14 Pendonor Plasma Konvalesen ke Palembang, Gelar Aksi Kemanusiaan

"Vaksinasi memiliki manfaat yang jauh lebih besar ketimbang resiko yang ditimbulkan. Dari 3.202 tenaga kesehatan tidak ditemukan kejadian pasca imunisasi yang serius," jelas dia.

Dengan keinginan masyarakat untuk divaksin secara sukarela kini meningkat, berbanding dengan ketakutan yang sempat dirasakan pada awal vaksinasi.

"Antusiasme masyarakat sudah luar biasa sekarang, dibuktikan dengan permintaan yang disampaikan melalui WhatsApp dan SMS ke kita untuk mendapatkan vaksin,"

"Sekarang pegawai Pemda misalnya justru mereka yang menanyakan kapan jadwal vaksin. Berbeda dari sebelumnya yang takut jika ingin divaksin," ungkapnya.

Namun perlu diingat, meskipun telah divaksinasi harus tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan hindari kerumunan serta Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin).

"Dengan pemberian vaksin tidak lantas kita bebas dan tidak mengindahkan protokol kesehatan," pungkasnya. (Nando/TS)

Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved