Breaking News:

Kasus Korupsi

Mantan Menteri Edhy Prabowo Dicurigai Petugas Berhubungan Gunakan  “Zoom”

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi mencurigai tersangka korupsi Edhy Prabowo berkomunikasi menggunakan aplikasi Zoom.

Tribunnews.com
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, saat diperiksa di Gedung KPK 

SRIPOKU.COM --- Mantan Menteri Edhy Prabowo dicurigai tetap berkomunikasi dengan keluarga dan orang di luar ruang tahanan. Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai ia berkomunikasi menggunakan aplikasi Zoom.

Meski demikian, Edhy Prabowo tentu membantah telah menggunakan aplikasi Zoom, platform baru media sosial yang berkembang pesat setahun terakhir. Aplikasi ini dapat menyelenggarakan komunikasi untuk sekelompok orang atau bahkan puluhan sekaligus. 

Mantan petinggi Partai Gerindra ini mengklaim hanya melakukan video telekonferensi dengan keluarga dan anak-anaknya.

Baca juga: Mantan Menteri-KP Edhy Prabowo Siap Dihukum Mati, Saya Tidak akan Lari

Baca juga: Ancaman Hukuman Bagi Edhy Prabowo dan Juliari Batubara, Ini Alasannya

"Itu kan pas waktu Zoom. Saya Zoom di situ sama keluarga dan anak-anak saya," ucap Edhy Prabowo usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (04/03/2021).

KPK menduga Edhy Prabowo yang dijadikan tersangka kasus suap perizinan ekspor benih bening lobster itu berhubungan dengan bukan hanya dengan keluarga, tetapi juga pihak lain.

Edhy Prabowo mengatakan hanya diperkenalkan eks-staf khususnya Andreau Pribadi Misanta kepada keluarganya.

"Setelah selesai, kebetulan di sebelah saudara Andreau. Dia ngenalin saya dengan keluarganya. Udah selesai nih, saya say hello, masa saya merengut. Saya enggak ada ngomong apa-apa, saya enggak kenal ada siapa di situ, saya hanya nyapa ibunya Andreau," katanya.

Baca juga: Anggota DPR RI Ihsan Yunus Diperiksa KPK, Terkait Kasus Korupsi Bantuan Covid-19 Menteri Sosial

Baca juga: Menhan Prabowo Dukung Usut Korupsi PT Asabri Rp23,74 Triliun, Dana Pensiun TNI Aman

Bekas kader Partai Gerindra yang tertangkap tangan saat baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta 25 November lalu, mengatakan aturan kunjungan daring (dalam jaringan, online) di Rutan KPK berlangsung dalam pengawasan ketat.

"Wong untuk Zoom itu kan diatur. Pertama saya bikin daftar. Jadi enggak sembarang, jadi kalau namanya yang salah dengan daftar kita pun enggak dikasih termasuk istri saya," kata Edhy.

"Jadi kabar yang beredar Zoom dengan eksportir benur itu salah ya. Saya enggak pernah Zoom dengan orang lain selain istri saya. Kalau kemarin data yang ada foto itu adalah foto keluarganya Andreau yang ada di Zoom dan saya say hello hanya dadah-dadah dan kebetulan senyum," katanya.

Halaman
12
Editor: Sutrisman Dinah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved