Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Sandi 'Kembang' Sutriyono dan Suhartono Culik Anak (2-Habis): Takut Ditangkap karena Viral di Medsos

Kita melakukan tiga pendekatan manual (lingkungan dan ke keluarga), sains (melihat jejak pelaku via CCTV) dan media sosial.

TANGKAPAN LAYAR FACEBOOK SRIPOKU
Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti bersama Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra dalam program Walk The Talk With Weny episode Sandi Kembang Komplotan Penculik. 

KASUS penculikan anak menggemparkan Kota Palembang beberapa waktu lalu. Bocah Berusia tiga tahun diculik dan sempat disekap untuk dimintai tebusan. Komplotan ini menggunakan sandi "Kembang" dalam menjalankan aksinya. Namun, tak sampai 1x24 jam aparat kepolisian berhasil menggulung komplotan ini. Bagaiamana aparat kepolisian berhasil dengan cepat menangkap pelaku dan mengungkap motif yang dilakukan, simak wawancara eksklusif Sriwijaya Post bersama Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira SIK M.Si.

Bagaimana kronologi sebenarnya aksi penculikan ini?
Waktu itu pada waktu masih jam Jumatan, seorang pelaku ini keliling mencari mangsa. Dia melihat si korban bermain dengan kakaknya di depan rumah, tanpa basa-basi si anak langsung dinaikkan di atas motor.

Bagaimana awal mula anggota Polrestabes melidik kasus tersebut?
Setelah aksi penculikan anak itu viral, paman korban datang ke Polrestabes untuk membuat laporan. Begitu kita tahu yang diculik itu anak kecil berusia tiga tahun, kita sepakat berempati dan segera menuntaskan kasus penculikan tersebut.

Baca juga: Sandi Kembang Sutriyono dan Suhartono Culik Anak (1): Pilih Lokasi dan Korban Secara Acak

Lantas, apa langkah awal Polrestabes Palembang mencari jejak pelaku?
Mengetahui aksi penculikan anak itu, Kasatreskim membentuk Pokja khusus menangani kasus ini secepat mungkin. Kita melakukan tiga pendekatan manual (lingkungan dan ke keluarga), sains (melihat jejak pelaku via CCTV) dan media sosial.

Saat akan mengungkap kasus ini siapa yang pertama kali pihak kepolisian curigai?
Kita pendekatan manual itu ke lingkungan dan keluarga. Pertama yang kita dalami itu pihak keluarganya, karena biasanya kasus penculikan itu 70 persen masih ada hubungan keluarga. Kebetulan di rumah korban banyak keluarganya, semuanya kita periksa pada investigasi pertama.

Setelah melakukan penyidikan awal, kemudian apa langkah yang dilakukan pihak kepolisian?
Setelah siang hari kami ke TKP, malamnya kami kembali mendatangi rumah korban. Kemudian saya melihat handphone ibu korban. Waktu saya cek banyak sekali orang jahat memanfaatkan situasi ini untuk meminta uang kepada ibu korban.

Bagaimana awal mula bisa ditemukan si korban ini?
Pelaku penculikan ini mungkin tidak profesional dan baru pertama kali, jadi ketika infornasi ini viral di media sosial si anak dilepaskan dan berhasil kami temukan.

Setelah menemukan anak ini apakah polisi lantas percaya begitu saja anak ini dilepaskan oleh pelaku?
Setelah anak ditemukan ada orang yang mengaku menemukan anak ini. Kemudian orang ini menelepon ke petugas piket Polrestabes Palembang bahwa menemukan korban sedang jalan kaki waktu magrib di kawasan Kebun Sayur dengan mata tertutup dan tangan diikat.

Setelah mendapatkan telpon itu, apa langkah lanjutan yang dilakukan Polrestabes Palembang?
Setelah dapat telepon kita kirimkan anggota kita untuk menjemput sang anak. Pukul 02.30 anggota kita yang bertugas melaporkan kepada saya bahwa si anak sudah ditemukan. Lalu anaknya kita bawa pulang ke rumah dulu, paginya baru orangtua korban kita panggil untuk bertemu dengan anaknya.

Ketika si anak berhasil ditemukan, apakah kepolisian percaya begitu saja anak berjalan sendiri dan ditemukan warga?
Usai mengembalikan si anak, kami rapat kembali bersama jajaran. Lalu, kasatreskrim ngomong ke saya masa iya ndan anak kecil ditutup matanya dan diikat tangannya berjalan sendirian. Karena merasa janggal kita telusuri ke membuat laporan menemukan si anak.

Dari hasil penelusuran itu apa yang berhasil ditemukan?
Jadi kita temui si pembuat laporan, lalu terungkap ia menemukan anak itu dari temannya bernama Tri. Lalu kami datangi ke rumah Tri, pas kami sampai ke rumahnya ada motor scoopy warna biru yang terekam CCTV membawa si anak. Lalu kemudian langsung kita tangkap si Tri ini.

Dalam kasus ini apa peran si Tri?
Setelah Tri kita introgasi dia mengungkap bahwa tidak tahu, ia hanya bertugas menjaga si anak di rumah kosong atas perintah Suhartono. Setelah mendapatkan laporan si Tri, kita tangkaplah Suhartono ini di rumahnya yang tidak jauh dari rumah Tri pada Sabtu Malam. Karena mencoba melarikan diri pelaku kita berikan tindakan tegas terukur. (oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved