Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Sandi 'Kembang' Sutriyono dan Suhartono Culik Anak (1): Pilih Lokasi dan Korban Secara Acak

Yang pasti tujuan penculikan ini bukan bertujuan untuk menyakiti si anak atau korban, tujuan kami lakukan ini agar dapat uang tebusan dari ibu korban.

TANGKAPAN LAYAR FACEBOOK SRIPOKU
Kepala Newsroom Sripo -Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti bersama Kanit Pidum Polrestabes Palembang, AKP Robert Sihombing berada di TKP tempat Dzaky Ichsan (3,5) disekap setelah diculik, dalam program Walk The Talk With Weny. 

PERISTIWA penculikan Dzaky Ichsandra (3,5) yang sedang bermain disekitar rumah menggemparkan publik Kota Palembang. Bocah tersebut sempat disekap dan orangtuanya dimintai tebusan oleh pelaku. Dalam program Walk The Talk With Weny, terungkap dalam aksinyanya para penculik yakni Sutriyono dan Suhartono menggunakan sandi 'Kembang' saat beraksi.
Lalu bagaimana kasus tersebut terungkap dan apa yang menjadi latar belakang pelaku melakukan penculikan, simak wawancara eksklusif Sripo dengan Suhartono, pelaku penculikan yang dipandu Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel, Weny Ramdiastuti.

Mengapa Anda nekat melakukan aksi penculikan yang sempat menghebohkan warga Palembang?
Yang pasti tujuan penculikan ini bukan bertujuan untuk menyakiti si anak atau korban, tujuan kami lakukan ini agar dapat uang tebusan dari ibu korban.

Apa yang melatari kalian berdua sehingga berani melakukan aksi penculikan tersebut?
Jujur saya melakukan ini karena faktor ekonomi tidak ada maksud lain. Saat ini saya benar-benar membutuhkan uang sehingga saya nekat.

Baca juga: Sandi Kembang Sutriyono dan Suhartono Culik Anak (2-Habis): Takut Ditangkap karena Viral di Medsos

Apakah benar Anda seorang mantan anggota TNI?
Benar saya mantan anggota TNI dengan pangkat terakhir Kopda. Setelah saya dipecat dari TNI tidak pekerjaan lagi. Saya melamar kesana-kemari tapi tidak ada yang menerima. Sehingga ekonomi keluarga sangat sulit.

Kenapa Anda berhenti dari TNI AD, apa pelanggaran yang Anda lakukan?
Saya berhenti karena urusan pribadi, yang pasti bukan karena narkoba atau pelanggaran lain. Saya keluar sebagai anggota TNI tahun 2014.

Setelah tidak lagi berdinas sebagai anggota TNI, apa pekerjaan yang Anda lakukan?
Setelah keluar dari TNI saya bekerja sebagai penjaga perhotelan, security, driver dan berbagai macam pekerjaan lainnya. Terakhir kali saya bekerja itu sebelum Covid-19, setelah itu sampai sekarang tak ada lagi pekerjaan untuk menghidupi keluarga.

Apakah Anda sadar bahwa perbuatan ini salah, bagaimana perasaan Anda jika di posisi orangtua korban?
Saya sadar ini salah, saya juga tidak ingin jika anak saya jadi korban penculikan. Tetapi mau bagaimana lagi, kebutuhan ekonomi keluarga sangat mendesak mau bekerja tidak ada yang menerima.

Kenapa bisa terpikir merencanakan penculikan? Lalu bagaimana Anda melakukan penculikan di kediaman si korban?
Tidak ada tempat khusus atau pemetaan korban yang akan diculik, saya melakukannya secara acak keliling Palembang. Pada saat saya keliling berjumpa dengan korban di lokasi kejadian, lalu langsung saya bawa.

Sebelumnya, aksi penculikan apakah sudah Anda lakukan? Bagaimana cara Anda melakukannya?
Baru satu kali ini. Waktu itu, saya lihat si anak lagi main sepeda kemudian langsung saya angkat ke motor. Lalu saya tancap gas dan membawanya ke rumah teman di kawasan Kebun Sayur yang sudah menunggu untuk menjaga anak itu.

Setelah melakukan penculikan apa yang Anda lakukan?
Setelah korban saya titipkan ke teman, saya pulang dulu ke rumah untuk kemudian selanjutnya menjaga orangtua saya masuk rumah sakit, sekaligus berencana meminta uang tebusan. Setelah saya di rumah sakit, malamnya saya langsung ditangkap.

Apakah memang ada skenario yang kalian susun dengan berpura-pura menemukan si anak?
Sudah mengantarkan anak ke rumah teman, saya tidak tahu kalau teman saya itu ngaku menemukan anak itu. Saya tak merencanakan, tidak tahu kenapa teman saya melakukan hal itu dia tidak komunikasi kepada saya.

Lantas, bagaimana rencana yang kalian susun dan berapa uang tebusan kalian minta kepada orangtua korban?
Tidak ada rencana, kami hanya semata-mata ingin meminta tebusan. Waktu itu belum tahu mau minta tebusan berapa. Kami berencana untuk mendinginkan dahulu suasana kemudian barulah meminta tebusan dan bernegosiasi dengan ibu korban.

Apakah Anda menyesal melakukan perbuatan ini?
Tentu saya sangat menyesal saya telah salah dalam bertindak. Semoga tidak ada lagi para pelaku yang melakukan hal nekat seperti saya. (oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved