Breaking News:

Jangan Remehkan Manfaat Ikan Ini, Bisa Mencegah Penyakit Mematikan, Stroke Hingga Jantung Koroner

Mengkonsumsi ikan dua kali seminggu dianjurkan karena alasan kesehatan. Hal ini harus dilakukan karena ikan mengandung berbagai

Editor: adi kurniawan
IST
Ikan patin 

Selain itu ikan patin juga baik untuk menjaga kekebalan tubuh, sehingga daya tahan tubuh akan terus naik dan tidak mudah terserang penyakit.

5. Mengoptimalkan pertumbuhan bayi

Ikan patin sangat baik dikonsumsi ibu hamil karena kaya akan manfaat baik bagi pertumbuhan janin.

Hal ini karena adanya kandungan DHA dan manfaat omega 3 dalam patin.

Kedua zat baik ini mampu menjaga kesehatan pertumbuhan janin agar tetap normal dan sehat.

6. Menjaga kesehatan tulang

Tak hanya protein, ikan patin juga kaya akan fosfor dan kalsium tinggi.

Kalau rutin memakan ikan patin, maka sama saja dengan membantu memenuhi fosfor dan kalsium dalam tubuh.

Fungsi utamanya adalah untuk menjaga kesehatan dan memperkuat tulang dan gigi, sekaligus mengurangi risiko osteoporosis dini.

7. Meningkatkan sel darah putih

Sel darah putih memiliki peran penting untuk melawan penyakit.

Namun kelebihan sel darah putih juga tidak baik lho.

Nah, fungsi dari ikan patin ini bukan untuk memperbanyak kandungan sel darah putih, tapi lebih tepatnya untuk meningkatkan fungsinya.

8. Menambah kinerja otak

Ikan patin dikenal dengan omega-3 dan omega-6 tinggi, yang tidak kalah dengan ikan salmon.

Salah satu manfaat dari dua kandungan itu adalah untuk memperlancar kinerja otak.

Pantas saja ikan termasuk ikan tawar yang cukup mengagumkan.

9. Membantu menaikkan trombosit

Apabila trombosit rendah, maka risiko penyakit demam berdarah akan naik.

Ikan patin kaya akan vitamin yang berkontribusi besar pada tulang, otot, saraf, dan sistem kekebalan tubuh.

Vitamin pada patin memiliki peran penting dalam menghasilkan trombosit dan sel darah lainnya.

Makanan Lain untuk Mencegah Stroke

Nyatanya bukan hanya ikan patin yang bisa mencegah Anda dari penyakit stroke.

Sebab 5 bahan makanan yang bisa mencegah diri Anda dari penyakit mengerikan ini.

Dilansir dari Kompas.com, berikut ini makanan-makanan untuk mencegah stroke.

1. Buah dan sayuran

Buah dan sayur sangat kaya manfaat untuk tubuh.

Tapi tidak semua buah dan sayur sehat.

Misalnya saja salad yang ditambahkan dengan daging, keju, dan mayones.

"Salad dengan komposisi tersebut tinggi kalori, lemak, dan garam. Semuanya malah dapat meningkatkan risiko stroke," kata Jaeger.

Menerapkan pola makan diet mediterania adalah cara terbaik untuk meningkatkan asupan buah-buahan dan sayuran.

Pola makan ini terbukti menjadi pilihan terbaik bagi jantung karena kaya akan daging tanpa lemak, ikan, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

2. Daging putih

Konsumsi daging putih dikatakan lebih baik dari daging merah.

Tapi di sisi lain, saat memilih daging putih, pastikan caranya tepat.

Misalnya saja, pilihlah daging ayam tanpa kulit.

Sebab kulit ayam juga tinggi kolesterol.

Nah, apabila tidak ingin mengonsumsi daging, pilihlah kacang-kacangan, kacang polong, lentil, atau tahu untuk dikonsumsi.

Hindari menggoreng makanan karena tinggi kolesterol.

Cara terbaik mengolah makanan adalah memanggang atau mengukus.

3. Makanan kaya omega-3

Omega-3 meningkatkan kadar kolesterol baik dan terbukti membantu cegah stroke.

"Omega-3 bisa ditemukan dalam ikan, biji rami, dan telur. Omega-3 dapat menurunkan kolesterol jahat, yang membantu mengurangi risiko stroke," ucap Jaeger.

American Heart Association merekomendasikan setidaknya konsumsi dua porsi ikan berlemak setiap minggu.

Ikan yang bisa dijadikan pilihan antara lain salmon, mackerel, dan sarden.

4. Pilih anggur merah daripada alkohol

Bagi yang terbiasa mengonsumsi alkohol, batasi jumlahnya agar tidak lebih dari dua gelas sehari untuk pria dan satu gelas sehari untuk wanita.

Jenis alkohol pun memengaruhi.

Sebaiknya pilihlah anggur merah karena memiliki sifat melindungi jantung dan otak.

5. Kurangi garam

Terlalu banyak asupan garam dapat meningkatkan risiko stroke.

American Heart Association merekomendasikan asupan natrium (kandungan dalam garam) tidak lebih dari 1.500 mg sehari.

Jumlahnya bisa lebih sedikit pada orang-orang dengan kondisi medis tertentu.

"Kurangi penggunaan garam dalam masakan dan jangan tambahkan garam saat makan," kata Jaeger.

Dia menyarankan untuk mencoba mengganti garam dengan bumbu dalam masakan guna meningkatkan cita rasa alami tanpa meningkatkan tekanan darah.

Dengan cara di atas, maka risiko terkena stroke dapat diminimalisir.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved