Respon Keluarga Usai Darsan Tewas Karena Peloroti Celana di Depan Orang, Junaidi Nyaris Diamuk Massa

Motif pembunuhan, karena tersangka merasa malu celananya dipeloroti korban saat keduanya berada di salah satu hajatan.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Refly Permana
sripoku.com/ehdi amin
Wancik Kakak sepupu Darsan yang tewas ditikam Junaidi berawal dari bercanda.   

Sementara, peristiwa penusukan korban Darsan oleh Junaidi,  Minggu (21/2/2021) sempat membuat keluarga korban emosi dan hendak menghajar korban.

Namun, pelaku segera diamankan anggota Polsek Kota Lahat

"Ya sempat panas juga malam itu karena pihak keluarga korban emosi.

Bersyukur bisa diredam dan warga memercayakan kepada anggota Polsek Kota Lahat," ujar Bripka Nipriansyah SH MH yang turun ke lokasi kejadian.  

Sementara,  saat dibincangi di Polsek Kota Lahat,  Junaidi atau pelaku tidak bisa menyimpan penyesalannya setelah membunuh Darsan,  bagi pelaku korban merupakan teman dari kecil.

Bermula Kenalan dengan Cewek di Fb, Kehidupan Pria Ini Mulai Tak Tenang, Kini Motor Dirampas

Banyak kisah dan cerita antara keduanya. Namun,  kini nasi sudah menjadi bubur Darsan tewas setelah ditusuk dibagian dada korban. 

Ironisnya,  peristiwa ini terjadi hanya karena hal sepeleh yakni bercanda.

Pada Minggu (21/2/2021) pelaku dan korban sama berada di rumah salah satu warga yang menggelar hajatan dimana kedunya bertemu.  Saat itu,  korban tiba tiba meloroti celana pelaku hingga sebatas lutut. 

Merasa malu dan menganggap candaan korban terlalu,  pelaku seketika mengeluarkan senjata tajam jenis kuduk yang ada dipinggangnya. 

Gelap mata,  pelaku menghunuskan sajam tersebut kedada korban hingga tewas di lokasi.  

"Yang saya menyesal dan sedih dia teman saya sejak kecil.

Tapi dia harus tewas ditangan saya. Kami memang sering bercanda namun sebatas omongan saja, " kata Junaidi, saat dibincangi di Polsek Kota Lahat,  Senin (22/2/2021). 

Dikatakan Junaidi,  saat korban meloroti celananya kondisi lagi ramai karena pada malam itu yang punya hajat sedang mempersiapkan masakan untuk acara hajatan

Selain malu karena dia sudah tua dan punya anak tiga, dua teman korban yang ada saat kejadian tertawa.  Saat itu juga tidak ada pikiran lain selain kesal kepada korban. 

Penyebab Ratusan Pedagang di Pasar 16 Ilir Palembang Bangkrut, Pengamat Ungkap 2 Faktor

"Saya juga sesalkan kebapa dua teman korbn saat saya mencabit pisau tidak berusaha melerai sehingga saya gelap mata, "kata Junaidi.  

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved