Breaking News:

Aksi Peretas

Bocah 16 Tahun Bobol Database Kejaksaan Agung, Dijual Rp 400 Ribu di Forum Hacker

Seorang peretas berusia remaja dikabarkan "mampu" meretas database Kejaksaan Agung, data pegawai bobol dan ditawarkan di forum hacker.

Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Jaksa Agung ST Burhanuddin 

SRIPOKU.COM --- Database sejumlah jaksa dan pegawai Kejaksaan Agung (Kejagung) dibobol oleh seorang hacker berusia remaja.

Data kepegawaian bocor dan dan diunggah di salah satu situs forum hacker raidforums.com. Data-data tersebut berisi nama lengkap, nomor telepon, alamat email dengan domain kejaksaan.go.id, jabatan, pangkat, hingga nomor pegawai.

Pembobolan itu dilakukan oleh peretas yang mengatasnamakan dirinya Gh05t666nero, kemudian teridentifikasi pelajar sekolah menengah atas negeri di Palembang, Sumatera Selatan.

Selain mengunggah database Kejaksaan RI, dia juga menyampaikan pernyataan terkait dengan revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.

Baca juga: Puntung Rokok Tukang Jadi Penyebab Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung

Baca juga: Kasus Korupsi PT Asabri Rp22 Triliun, Kejaksaan Agung Tetapkan 8 Tersangka

Pihak Kejaksaan Agung kemudian langsung bergerak memburu pembobol data tersebut. Tak butuh lama, tim Kejaksaan Agung berhasil menciduk seorang remaja di Sumatera Selatan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan, basis data atau database yang diperjualbelikan di situs forum online itu dibobol oleh bocah berusia 16 tahun dari Lahat, Sumatera Selatan.

"Yang bersangkutan masih 16 tahun dan masih sekolah," kata Leonard dalam konferensi pers di Kompleks Kejagung, Jakarta, Jumat (19/02/2021).

Leonard mengatakan, info peretasan data pegawai pertama kali diterima pada Rabu, 17 Februari, sekitar 14.55 WIB. Data itu kemudian diduga dijual kembali.

Baca juga: Dituntut 4 Tahun, Jaksa Pinangki Divonis 10 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta

Leonard menyebut, tim Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi (Pusdaskrimti) Kejagung kemudian bergerak. Hasilnya, tim mendapat informasi bahwa data pegawai yang diperjualbelikan sebesar 500 megabyte dan jumlah file sebanyak 3.086.224.

"(Data) dijual seharga Rp 400 ribu. Tim juga menganalisis dan mendapatkan sumber data yang dijual merupakan data yang ada pada web Kejaksaan RI," ujar Leonard.

Halaman
123
Editor: Sutrisman Dinah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved