Breaking News:

JPU Kecewa Atas Putusan Hakim, Dituntut 2 Tahun 6 Bulan, Tapi Divonis 2 Bulan Ini Kasusnya?

Tidak terima dengan vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim, Tim Jaksa Penuntut Umum atau JPU Kejari Palembang, melakukan upaya Banding.

tangkap layar aplikasi zoom
Tangkapan layar, sidang KDRT atas nama Terdakwa Mirza di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Selasa (16/2/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tidak terima dengan vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim, Tim Jaksa Penuntut Umum atau JPU Kejari Palembang, melakukan upaya Banding.

Hal ini dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang dalam perkara Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT atas nama terdakwa Mirza, di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel secara virtual.

Dimana pada perkara ini, JPU Kejari Palembang menuntut terdakwa Mirza dengan pidana selama 2 tahun 6 bulan. 

Akan tetapi majelis hakim yang diketuai oleh hakim Sahlan Efendi SH MH menjatuhkan pidana terhadap Mirza Bin Idrus Amancik dengan hukuman selama 2 bulan 25 hari.

Baca juga: Mobil Panther Touring Terjun ke Sungai Jalan Dekranasda, IRT Meninggal Dunia Setelah 1 Jam Tenggelam

Baca juga: JPU KPK Sebut Penetapan Tersangka Bupati Muara Enim Juarsah Hasil Pengembangan Perkara Sebelumnya

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sriwijayapost di bawah ini:

Dalam amar putusannya majelis hakim yang diketuai Sahlan Effendi SH MH, menyatakan bahwa terdakwa Mirza bin Idrus Amancik terbukti secara sah bersalah melakukan kekerasan fisik terhadap istrinya sendiri.

"Terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan telah melakukan kekerasan fisik sesuai dengan Pasal 44 ayat 4 UU No 23/2004."

"Menjatuhkan pidana selama 2 bulan 25 hari dan menetapkan masa tahanan yang dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan serta memerintahkan terdakwa dibebaskan dari tahanan setelah putusan diucapkan," ujar ketua Majelis hakim Sahlan Effendi, Selasa (16/2/2021).

Majelis hakim juga menetapkan barang bukti 1 buah buku nikah dikembalikan kepada saksi korban Liza dan membebani terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000.

Setelah mendengar putusan tersebut, tim JPU Kejari Palembang yakni Silviani Margaretha, Dyah Rahmawati dan Sigit Subianto, dihadapan majelis hakim langsung menyatakan Banding.

Seusai sidang tim JPU Kejari Palembang, Silviani Margaretha didampingi Dyah Rahmawati mengaku kecewa dengan putusan tersebut. 

Karena berdasarkan fakta dipersidangan saksi korban mengalami trauma dan kekerasan fisik oleh terdakwa yang mengatakan, 4 hari tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari akibat luka dari kekerasan yang dilakukan terdakwa.

Untuk diketahui, perkara tersebut sempat viral karena Oknum Manager BUMN Semen Baturaja yang digrebek oleh istri sahnya dikosan Adelia Palembang bersama wanita idaman lain pada 15 Mei 2019 silam. 

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved