Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Balada Pasutri Jajakan Cinta Threesome di Medsos (2-Habis): Sekali Kencan Rp 1 Juta

Karena saya tidak bekerja, sementara kebutuhan rumah tangga banyak. Anak-anak butuh biaya, motor belum dibayar.

SCREENSHOT FACEBOOK
Pur (kanan/berbaju oranye dan membelakangi kamera), pasutri yang menawarkan bercinta bertiga (threesome) saat diwawancarai Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel, Weny Ramdiastuti (kiri) dalam program Walk The Talk With Weny. 

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Pur dan Mar, pasang suami istri (Pasutri) asal OKI yang menjajakan cinta threesome, kini hanya dapat menyesali perbuatan mereka di Polrestabes Palembang. Alih-alih ingin meraup pundi rupiah, kini mereka malah harus mendekam di penjara dan mempertanggung jawabkan perbuatan mereka. Simak wawancara eksklusif Sriwijaya Post bersama pasangan ini.

Bagaimana awal mula muncul ide kalian untuk mencari jalan pintas dengan menjajakan cinta theresome ini?
Pertama karena kami memang sedang mendesak membutuhkan uang, lalu ada kesempatan untuk melakukan mencari uang dengan jalan pintas dan kami sepakat. Maka terjadilah tindakan tersebut.

Baca juga: Balada Pasutri Jajakan Cinta Threesome di Medsos (1): Suami Sempat Menolak tak Kuasa Melakukan

Siapa yang pertama kali memiliki pikiran untuk melakukan hal ini?
Semua berawal dari kemauan istri. Karena saya tidak bekerja, sementara kebutuhan rumah tangga banyak. Anak-anak butuh biaya, motor belum dibayar. Jadi kami terpaksa melakukan hal ini.

Siapa yang mengajarkan kalian menjajakan cinta threesome lewat dunia maya?
Satu bulan pertama buat twitter, lalu iseng lihat pola orang mencari uang demikian. Terus ada orang yang mengirim Direct Message (DM), pertama itu tidak langsung threesome, tetapi klien hanya menonton kami. Namun, karena nickname kami menjual threesome maka banyak yang mengajak lalu keterusan.

Semua kencan yang kalian jajakan semuanya melalui medsos twitter?
Iya semuanya lewat twitter. Awalnya saya main twitter itu bulan September, sambil saya lihat dan cari-cari cara untuk menjajakan kencan ini karena awalnya itu susah cari pelanggan yang percaya.

Sejak awal menjajakan cinta, sudah berapa kali kalian mendapatkan klien threesome?
Dari bulan September sudah tiga kali, itupun yang terakhir kami tertangkap oleh polisi.

Apakah benar alasan yang kalian utarakan melakukan hal ini karena istrimu sakit?
Benar istri saya mau operasi, sudah cek darah di RS Charitas Palembang. Namun, kami bingung dari mana uang untuk biaya berobat dan kebutuhan rumah tangga makin mendesak. Cari pinjaman uang tidak dapat-dapat, jadi terpaksa mencari jalan pintas.

Kenapa kalian sampai nekat melakukan praktik prostitusi threesome ini, padahal kalian tau resikonya kan besar?
Kami tidak ada jalan lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup, sudah pinjam kesana-kemari juga tidak dapat. Motor sudah di leasing kan, sementara kebutuhan sehari-hari menunggu.

Sehari-hari apa pekerjaan Mas Pur sehingga ada niatan menjajakan cinta demi mendapatkan uang?
Pekerjaan saya itu tukang las, tetapi selama Covid-19 tidak ada pekerjaan. Jadi mau tidak mau begini demi dapat uang untuk berobat istri dan kebutuhan rumah tangga.

Berapa biaya yang kalian patok setiap kali berkencan?
Sejak tiga kali kencan, semua tarif kami patok Rp 1 juta. Semua pelanggan kami di Palembang, tidak semua pelanggan kami threesome ada juga yang hanya menyaksikan kami bercinta.

Sekarang apa yang ada dipikiran kalian dan apa yang akan dilakukan ke depan?
Tentu kami sangat menyesal atas perbuatan ini dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Kesalahan ini menjadi pelajaran terbesar dalam hidup kami untuk menjalani kehidupan ke depannya. (oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved