Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Balada Pasutri Jajakan Cinta Threesome di Medsos (1): Suami Sempat Menolak tak Kuasa Melakukan

Pertama kali belajar itu saya lihat dari google, kemudian saya baca dan pelajari cara menawarkan jasa kencan via online lewat aplikasi.

SCREENSHOT FACEBOOK
Mar (kanan/berbaju oranye dan membelakangi kamera), pasutri yang menawarkan bercinta bertiga (threesome) saat diwawancarai Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel, Weny Ramdiastuti (kiri) dalam program Walk The Talk With Weny. 

PUR (46) dan Mar (31), pasangan suami istri (pasutri) ditangkap tangan saat menjajakan jasa kencan bertiga (threesome) disebuah hotel di Palembang. Keduanya berdalih menawarkan jasa melalui media sosial demi mendapatkan uang untuk pengobatan kanker yang dialami Mar. Suami, Pur, sempat menolak melakukan meski pada akhirnya tak kuasa karena desakan ekonomi. Berikut wawancara dengan kedua pasutri itu dalam program Walk The Talk With Weny bersama Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel, Weny Ramdiastuti.

Apa yang mendasari Anda berdua nekat melakukan prostitusi pasutri?
Karena kepepet biaya, awalnya saya itu sakit perut terus demam. Mau berobat tidak ada uang, mau cari pinjaman tidak ada yang mau meminjamkan. Lalu kepikiran untuk mencari uang dengan jalan pintas dengan cara ini.

Baca juga: Balada Pasutri Jajakan Cinta Threesome di Medsos (2-Habis): Sekali Kencan Rp 1 Juta

Dari mana asal mulanya mempelajari menjajakan bisnis haram ini melalui twitter?
Pertama kali belajar itu saya lihat dari google, kemudian saya baca dan pelajari cara menawarkan jasa kencan via online lewat aplikasi.

Apakah suami Anda tidak bekerja, sehingga nekat melakukan hal ini?
Suami saya ngelas, kadang ada kerjaan kadang tidak. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, terutama anak-anak kami sangat kesulitan. Jadi mau tidak mau saya nekat melakukan ini.

Kenapa tidak mencoba pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup daripada melakukan perbuatan ini?
Dulu sempat jual gorengan, setiap pulang gorengan saya selalu banyak tidak laku. Modal Rp 20 ribu dapat duitnya Rp 10 ribu, sehingga akhirnya berhenti berjualan karena rugi terus.

Prostitusi kencan bertiga ini apakah secara spontan terjadi, atau ada history yang mendasari kalian kencan bertiga?
Pertama saya bermain twitter itu ada yang mau menawarkan membantu memberikan uang untuk biaya pengobatan saya sebesar Rp 1 juta. Tetapi syaratnya si pemberi mau melihat langsung kami berdua kencan. Awalnya suami saya nolak, mengaku tidak sanggup melakukan hal demikian.

Suami Anda sempat menolak, lalu kenapa masih bisa terjadi?
Kami sangat mendesak membutuhkan uang akhirnya kami iyakan. Lalu kami pun langsung berangkat ke Palembang menuju sebuah hotel yang dijanjikan untuk bertemu klien melakukan kencan.

Pada saat melakukan hubungan suami-istri apakah kalian mengabadikannya?
Saat kami datang, kami langsung disuruh berhubungan dengan suami klien itu yang menyuruh pakai beberapa gaya. Tapi tidak tahunya klien itu memvideokan adegan saya dan suami.

Kalian berdua melakukan hal ini baru pertama kali atau sering?
Bukannya sering, hanya beberapa kali kami melakukan ini. Itu kami lakukan karena memang kepepet. Pas terakhir mau melakukan lagi tidak tahunya klien kami polisi lalu kami ditangkap.

Semua kencan yang kalian jajakan semuanya melalui medsos twitter?
Iya semuanya lewat twitter. Awalnya saya main twitter itu bulan September, sambil saya lihat dan cari-cari cara untuk menjajakan kencan ini karena awalnya itu susah cari pelanggan yang percaya.

Kenapa kalian sampai nekat melakukan praktik prostitusi threesome ini, padahal kalian tau resikonya kan besar?
Kami tidak ada jalan lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup, sudah pinjam kesana-kemari juga tidak dapat. Motor sudah di leasing kan, sementara kebutuhan sehari-hari menunggu. (oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved