Breaking News:

Jalan Tol Indralaya-Prabumulih (Indraprabu) Dikebut, Biaya Konstruksi Rp 6,7 Triliun Panjang 64,8 KM

Pembangunan jalan tol Simpang Indralaya-Prabumulih (Indraprabu) terus dikebut agar rampung 100 persen sesuai target pada Juli 2020 mendatang.

Editor: Welly Hadinata
IST
Tol Simpang Indralaya-Prabumulih (Indraprabu) sepanjang 64,8 kilometer ditargetkan rampung pada Juli 2020). Foto : Hutama Karya. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Pembangunan jalan tol Simpang Indralaya-Prabumulih (Indraprabu) terus dikebut agar rampung 100 persen sesuai target pada Juli 2021 mendatang.

Tol yang merupakan salah satu rangkaian ruas Palembang hingga ke Bengkulu ini memiliki panjang 64,8 kilometer.

Project Director Tol Indraprabu dari Hutama Karya (Persero) Divisi Pembangunan Jalan Tol, Hasan Turcahyo memaparkan, tol dengan biaya konstruksi sebesar Rp 6,7 triliun ini melewati delapan kecamatan di dua daerah kabupaten dan satu daerah kota.

"Tol Indraprabu membentang mulai dari kecamatan Indralaya Utara, Indralaya, Tanjung Batu, Payaraman yang berada di wilayah Ogan Ilir," kata Hasan kepada TribunSumsel.com, Rabu (20/1/2021).

"Kemudian kecamatan Kelekar dan Belida Darat di Muaraenim. Lalu kembali masuk wilayah Ogan Ilir di kecamatan Rambang Kuang dan berakhir di kecamatan Rambang Kapak Tengah di Prabumulih," jelas Hasan.

Dengan melewati beberapa wilayah daerah berbeda, tol Indraprabu menyuguhkan pemandangan berupa hamparan rawa, perkebunan karet, kelapa sawit dan tebu.

Baca juga: Kualitas Jalan Mulai dari Terminal Karya Jaya - AAL akan Setara Jalan Tol 

Baca juga: Viral di Media Sosial, Kaca Truk di Ruas Jalan Tol Pematang Panggang-Kayuagung Dipecah OTD

Baca juga: Daftar Tarif Masuk Jalan Tol Trans Sumatera Terbanggi Besar - Palembang Terbaru, Termurah Rp15 Ribu

"Di salah satu zona di tol Indraprabu, ada pemandangan kebun tebu sejauh mata memandang. Jadi ada pemandangan cakrawala berupa pertemuan langit dan kebun tebu yang hijau," kata Hasan.

Saat ini, fokus pengerjaan tol Indraprabu berbeda-beda di setiap zona.

Zona I misalnya, pengerjaan sedang pada tahap pengecoran beton non shrinkage pada celah full depth slab.

"Full depth slab itu beton seperti kotak-kotak di atas tiang pancang, dicor dengan beton yang tidak susut supaya pembatas kotak satu dan lainnya bisa menyatu sempurna," terang Hasan.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved