Breaking News:

Virus Corona

AWAS! Penerima Vaksin Tak Boleh Komorbid, Ini Daftar 12 Penyakit Penyerta yang Dilarang Vaksinasi

Seorang vaksinator harus benar-benar memastikan penerima vaksin dalam keadaan sehat dan tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

SRIPOKU.COM / Rahmaliyah
Ilustrasi: Walikota Palembang, Harnojoyo disuntik vaksin Sinovac, Jumat (15/1/20210 di RS Bari Palembang 
Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Vaksinasi Covid-19 akan berlangsung April 2021 dengan prioritas tenaga fasilitas pelayanan kesehatan, petugas pelayanan publik, dan kelompok usia lanjut.
Di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dua kota dan kabupaten yang sudah melakukan vaksinasi yaitu Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Dalam proses skrining vaksinasi, seorang vaksinator harus benar-benar memastikan penerima vaksin dalam keadaan sehat dan tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
Ahli Mikrobiologi Sumsel sekaligus Direktur RS Pusri, Prof Dr dr Yuwono M Biomed mengatakan bahwa dalam  proses skrining, orang yang masuk daftar vaksinasi harus benar-benar dinilai kelayakannya.
Terutama jika dalam kriterianya seorang penerima vaksin harus terbebas dari komorbid.
Menurutnya, justru diperkirakan banyak yang tidak bisa divaksin karena banyak orang yang memiliki penyakit penyerta seperti jantung, diabetes, hipertensi dan lain sebagainya.
"Selain itu, kelayakan penerima vaksin harus benar-benar diperhatikan, kriteria yang tidak boleh memiliki komorbid, tapi saya kira banyak orang yang komorbid di Sumsel," ujarnya, Senin (19/1/2021).
Hal ini menurutnya vaksinasi bukan lagi uji coba, sehingga jika bagi orang yang tidak memiliki penyakit penyerta, efek samping bisa saja hanya alergi biasa, namun bagi orang yang memiliki komorbid, hal tersebut mengkhawatirkan.
 
"Sangat berhati-hati, saya jika masuk dalam daftar dan harus disuntik, saya dan orang yang menyuntikkan harus berhati-hati, dilihat dulu kelayakan saya, mulai dari anamnesis.
Adakah penyakit tertentu. Pada umumnya orang tidak banyak yang bisa divaksinasi, jika melihat kriteria yang disampaikan dari himpunan dokter ahli penyakit dalam.
 
Di situ yang layak relatif punya penyakit alergi biasa, tapi orang dengan darah tinggi, sedang sakit mengkhawatirkan," ujarnya.
 
Di lain tempat, Plt Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Palembang, dr Mirza Susanty mengatakan bahwa hingga saat ini, dalam proses vaksinasi, belum ditemukan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
"Belum ada laporan mengenai adanya KIPI atau efek samping, sejauh ini belum ada selama proses vaksinasi. Semoga tidak ada," ujarnya.
Oleh karena itu, seorang penerima vaksin harus dipastikan tidak memiliki penyakit yang terdapat dalam format skrining, juga bukan orang yang pernah menderita Covid-19.
Berikut ini penyakit penyerta yang tidak diperbolehkan untuk divaksinasi:
1. Gejala ISPA seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir.
2. Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah.
3. Jantung (gagal jantung/penyakit jantung koroner).
4. Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya).
5. Penyakit ginjal kronis/sedang menjalani hemodialysis/dialysis peritoneal/transplantasi ginjal/sindroma nefrotik dengan kortikosteroid.
6. Reumatik Autoimun/Rhematoid Arthritis.
7. Penyakit saluran pencernaan kronis.
8. Penyakit Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun.
9. Penyakit kanker.
10. Kelainan darah.
11. Imunokompromais/defisiensi imun.
12. Penerima produk darah/transfusi.
Penulis: maya citra rosa
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved