Vaksin Covid19 di Sumsel

Belum Ada di ASEAN, Indonesia Harus Tunggu Uji Klinis di Bandung, Yuwono: Semoga Cepat Selesai

Jika tidak ada uji klinis di negara tersebut diperbolehkan memakai hasil uji klinis di negara lain, terutama dari negara yang secara ras lebih dekat

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT
Vaksin Covid-19 untuk Kota Palembang tiba di Gudang Vajsin Jln May Salim Batubara dengan pengawalan ketat dari Brimob Polda Jabar, Senin (4/1/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Vaksinasi tahap pertama vaksin Sinovac akan dimulai pada 14 Januari 2020.

Kendati demikian, hingga kini belum ada informasi mengenai hasil uji klinis vaksin Sinovac yang dilakukan di Bandung.

Padahal, secara bersamaan di Brazil dan Turki, vaksin ini telah mengumumkan hasil uji klinis.  

Berdasarkan jadwal total evaluasi guna melihat efikasi dan keamanan vaksin Sinovac baru akan selesai pada Mei 2021.

Namun, karena ada aturan darurat, pada pertengahan Januari vaksin tersebut sudah harus disuntikkan.  

Baca juga: Aduh Kami Bosan Lihat Kecelakaan di Sini, Curhat Pedagang di Exit Tol Celikah, Dishub: Butuh Flyover

"Saya mendapat informasi uji klinis segera keluar. Semoga pekan depan sudah ada hasilnya.

Misalnya Senin, 12 Januari karena tanggal 14 sudah tahap pertama vaksinasi," jelas Ahli Mikrobiologi Sumsel, Yuwono, Jumat (8/1/2020).

Menurut dia, uji klinis vaksin terbaik merupakan uji klinis yang dilakukan sebelum vaksin disuntikan kepada penerima vaksin di negara yang akan melakukan vaksinasi. 

Yuwono mengatakan, jika tidak ada uji klinis di negara tersebut diperbolehkan memakai hasil uji klinis di negara lain, terutama dari negara yang secara ras lebih dekat atau bersinggungan dengan negara tersebut.

"Misalnya ada uji coba di Malaysia. Indonesia dan Malaysia sama-sama Melayu, atau uji klinis di sekitar Asean, tapi ini tidak ada," kata Yuwono.

Baca juga: Kunci Gitar dan Lirik Lagu Tak Lagi Cinta - Ada Band, Jangan Hanya Diam Membisu dan Berpaling

Dia menyebutkan, terdapat tiga hal yang akan dinilai jika vaksin Sinovac ini akan digunakan di Indonesia, yakni tingkat keamanan, tingkat imunogenesitas atau reaksi terhadap imun, dan efikasi atau kemanjuran vaksin. 

Dia mencontohkan, misalnya uji coba vaksin Sinovac di Bandung membutuhkan relawan vaksin 1.600 orang.

Dari jumlah tersebut dibagi dua kelompok. Kelompok pertama atau 800 orang mendapat vaksin dan 800 orang sisanya kelompok plasebo (obat kosong). 

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved