Breaking News:

Narasi Kutukan “Sriwijaya” Demi Menguasai Kekayaan Alam?

Jika kajian komunikasi itu diperbandingkan dengan berbagai narasi dari prasasti Kedatuan Sriwijaya, mungkin sangat menarik untuk didiskusikan saat ini

Narasi Kutukan “Sriwijaya” Demi Menguasai Kekayaan Alam?
internet
Jurnalis dan Pekerja Budaya T. Wijaya

SRIPOKU.COM-PALEMBANG - Dalam sejarahnya sebuah kekuasaan pasti membangun narasi.

Narasi ini ingin menyampaikan wacana [discourse] yang didukung pengetahuan dan ideologi.

Misalnya menceritakan penguasa memiliki kekuatan tak terkalahkan [dewa], memiliki tujuan mulia bagi umat manusia, atau mampu melindungi jiwa dan raga seseorang atau banyak orang.

Di masa modern, Adolf Hitler bersama Nazi, membangun narasi jika ras Arya adalah ras unggul atau utama.

Ras Arya merupakan keturunan dari ras Nordik.

Mereka yakin di masa prasejarah ras ini mendiami dataran Jerman bagian utara, yang berasal dari benua yang hilang, Atlantis.

Melalui pengetahuan ini, Adolf Hitler mampu menggerakan masyarakat Jerman untuk berperang dan melakukan holocaust terhadap orang-orang Yahudi.

Di era Orde Baru, narasi pembangunan mampu memfasilitasi pemerintahan otoriter Soeharto.

Nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan banyak diabaikan demi menjalankan pembangunan.

Michel Foucault, seorang pemikir post-modernisme, menyatakan sebuah kekuasaan tidak dapat dipisahkan dengan pengetahuan.

Halaman
1234
Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved