Breaking News:

Sumsel Amankan 58 Ribu Dosis, Hari Ini Tiba 30 Ribu Vaksin Sinovac

Namun mengingat keterbatasan tempat penyimpanan, maka akan diterima 30 ribu dosis lebih dahulu.

DOK. SRIPO
Sriwijaya Post edisi Senin, 4 Januari 2020; Jatah Sumsel 58 Ribu Dosis 

PALEMBANG, SRIPO -- Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kebagian 58 ribu dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac, asal Tiongkok untuk tahap pertama. Rencananya vaksin tersebut tiba Senin (4/1) ini di Palembang sebanyak 30 ribu dosis.

"Secara keseluruhan kita mengajukan 5,7 juta vaksin. Untuk tahap pertama kita mendapatkan alokasi vaksin sebanyak 58 ribu dosis/vial," kata Kasi Surveilens dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Yusri saat dikonfirmasi, Minggu (3/1).

Menurut Yusri, untuk tahap pertama Sumsel akan menerima 58 ribu dosis vaksin. Namun mengingat keterbatasan tempat penyimpanan, maka akan diterima 30 ribu dosis lebih dahulu. Selanjutnya vaksin yang sudah diterima segera didistribusikan ke kabupaten/kota.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sinovac Dikirim ke 34 Provinsi, Kemenkes Pastikan Presiden Jokowi Divaksin Pertama

"30 ribu dosis sudah diberangkatkan dari Bandung dari Biofarma. Pengirimannya lewat darat, besok pagi sampai dan akan kita bongkar di Gudang Vaksin Palembang, Jalan Asrama Putra, Skip," kata Yusri.

Untuk tahap awal akan didistribusikan di 7 Kabupaten/Kota yaitu Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Ogan Ilir (OI), Pali, Palembang dan Prabumulih. Dari Kabupaten/Kota nanti akan mengambil di Provinsi.

"Setelah habis 30 ribu dosis, maka akan kita pesan lagi 28 ribu dosis dan akan didistribusikan lagi. Tahap pertama ini untuk tenaga kesehatan (Nakes), kemudian menyusul tenaga kesehatan lainnya dan masyarakat," katanya.

Baca juga: Vaksin Sinovac Mulai Didistrubsikan, Tahap Pertama Sumsel Akan Terima 58 Ribu Dosisi

Adapun jumlah tenaga medis berdasarkan data sementara sebanyak 58.840 yang bakal disuntik. Namun tenaga non medis kan juga masih banyak seperti administrasi, supir, dan lain-lain yang termasuk beresiko. Mereka itu disebut sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

Menurut Yusri setelah vaksin sampai nanti akan disimpan terlebih dahulu di Kabupaten/Kota. Lalu menunggu informasi dari pusat terkait ijin edar daruratnya, fatwa MUI nya dan lain-lain. Itu semuanya wewenang pusat. Maka sesuai petunjuk pusat dan kalau memenuhi unsur itu tingal dilaksanakan.

"Kalau diagendakan dari pusat pada tanggal 14 Januari 2021 akan mulai dilakukan penyuntikan perdana. Untuk vaksinasi ini dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan rumah sakit," katanya.

Baca juga: Akses pedulilindungi.id/cek-nik untuk Cek Nama-nama Penerima Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

Menurut Yusri, kriteria yang divaksin seperti umur diatas 18 tahun. Lalu tidak ada komorbid (penyakit penyerta), kalaupun ada sudah terkontrol atau diperbolehkan oleh dokter yang merawatnya. Kemudian tidak sedang terkena Covid-19, tidak sedang hamil dan lain-lain.

"Kita sudah siap, logistik juga sudah siap tinggal vaksin datang. Untuk vaksinator juga sudah dijadwalkan akan dilatih mulai tanggal 11-27 Januari 2020, sebanyak 2.550 vaksinator," katanya.

Menurut Yusti, sebenarnya vaksinator tidak perlu lagi dilatih, karena dalam hal menyuntik sudah paham, seperti bidan, perawat, dokter sudah menjadi kesehariannya. Namun menurutnya, sifatnya lebih ke arah manajemen pengelolaan vaksinnya. Karena kalau tidak dipelihara bisa rusak. (nda)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved