Breaking News:

Tiga Lokasi Keramaian Ditutup Jelang Tahun Baru 2021, BKB, JSC dan KI

Polrestabes Palembang akan menyebarkan anggotanya di jalan maupun tempat yang diprediksi akan menimbulkan keramaian.

sripoku.com/andyka wijaya
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji 

PALEMBANG, SRIPO -- Dalam menyambut pergantian tahun dari 2020 ke 2021, Kamis (31/12/2020) hingga Jumat (1/1/2021) tidak rencana ada penutupan jalan. Nama ada tiga titik (lokasi) keramaian yang ditutup agar tak menimbulkan kerumuman warga.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, penutupan hanya dilakukan dititik keramaian dalam kota, yaitu Benteng Kuto Besak (BKB), Jakabaring Sport City (JSC), dan kawasan Kambang Iwak (KI).

"Penutupan dilakukan mulai pagi hari pada tanggal 31 Desember 2020 hingga waktu yang belum ditentukan," ujar Anom usai menghadiri rapat koordinasi pengamanan malam Tahun Baru 2021 di Polrestabes Palembang, Selasa (29/12).

Baca juga: Natal dan Tahun Baru Berkah Pengusaha Pempek, Permintaan Meningkat Sebagai Bingkisan Maupun Online

Ia menjelaskan, Polrestabes Palembang akan menyebarkan anggotanya di jalan maupun tempat yang diprediksi akan menimbulkan keramaian.

Ia menambahkan, Jembatan Ampera akan beroperasional seperti biasa, artinya tidak ditutup dan kendaraan bisa melintas seperti seperti biasanya. Namun petugas tetap akan menyebar untuk membubarkan kerumunan dilokasi yang menjadi ikon Kota Palembang.

"Jadi setiap warga yang berkendara tidak boleh berhenti, mereka harus tetap melakukan perjalanan agar tidak menimbulkan kerumunan," katanya.

Baca juga: Memaknai Perayaan Tahun Baru di Era Pandemi Covid 19

Menurut Kapolrestabes Palembang, dirinya terus memberikan imbauan kepada masyarakat supaya tidak membuat acara atau kegiatan kerumunan. Apabila masih membandel maka akan dikenakan sangsi.

Ia menegaskan, bagi yang melanggar akan diberi sangsi.

"Akan dikenakan sangsi pidana yaitu 212, 214, dan 216 KUHP. Jangan salahkan kami, jika akan mengenakan UU Karantina Kesehatan dan KUHP, karena kami sudah memperingatkan lebih awal, kami yang berwenang dan berhak mengambil tindakan demi menjaga kenyamanan dan kesehatan bersama masyarakat Kota Palembang," katanya.

Sedangkan dari evaluasi sementara, di Kota Palembang arus lalu lintas terjadi sedikit peningkatan. Selain itu tingkat okupansi hunian hotel juga mengalami peningkatan.

"Ada prediksi bahwa masyarakat pendatang juga ada di Kota Palembang," tutup Anom. (diw/cr15)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved