Harga Karet di Sumsel

Harga Karet di Sumsel 24 Desember, Ada Pengaruh Dari Momen Natal dan Tahun Baru 2021

Harga karet di Sumsel untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen kembali mengalami penurunan, ada beberapa faktor penyebab.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel/eko
Suasana penjemuran getah karet di Lubuklinggau. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumsel untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen kembali mengalami penurunan.

Hari ini Kamis (24/12/2020), harga karet di Sumsel mengalami penurunan dari hari Rabu 23 Desember 2020.

"Kalau kemarin, harga karet di Sumsel turun Rp 922 per kg, kini turun Rp 128 per Kg," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Fakhrurrozi Rais, melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil, Rudi Arpian MSi, Kamis (24/12/2020).

Berdasarkan data Singapore Commodity, yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet di Sumsel untuk KKK 100 persen pada 23 Desember 2020 Rp 17.959 per kg.

Baca juga: Upaya Teddy Sampai Katai Sule tak Akan Miskin Jika Harta Lina Dibagi, Ayah Rizky: Itu Hak Anak-anak!

Sedangkan harga karet di Sumsel hari ini untuk KKK 100 persen Rp 17.831 per kilogram (kg), artinya ada penurunan 128 per kg.

Lalu, untuk KKK 70 persen diharga Rp 12.482 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 10.699 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 8.916 per kg,  dan KKK 40 persen diharga Rp 7.132 per kg.

"Libur Natal dan Tahun Baru 2020 di Sumsel juga mempengaruhi harga karet, sehingga harga karet hari ini turun 128 per kg," katanya.

Rudi menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga karet di Sumsel antara lain pertumbuhan ekonomi dunia, kondisi pasar otomotif, harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah.

Baca juga: Misa Natal Malam Nanti, Jajaran Polda Sumsel Sebar Brimob dan Anjing Pelacak K9 ke Setiap Gereja

"Faktor lain yang juga dapat mempengaruhi fluktuasi harga karet adalah faktor iklim dan gangguan kondisi alam lainnya turut berpengaruh terhadap suplay karet alam di pasar global," katanya.

Menurutnya, yang paling berbahaya dari semua faktor tersebut adalah permainan spekulan pasar karet alam di bursa Singapore dan bursa Shanghai.

"Sehubungan dengan libur natal dan tahun baru, saat aktivitas penyadapan berkurang atau bahkan terhenti sementara sebaiknya petani mulai melakukan pembersihan kebun, pembuatan lobang biopori sebagai istana cacing yang bermanfaat untuk kesuburan tanah," pesannya.

Ia pun menghimbau agar masyarakat saat libur natal dan tahun baru menghindari berpergian keluar daerah.

Baca juga: Mayoritas Jalur Masuk Peredaran Narkoba di Sumsel Lewat Darat

Tetap jaga kesehatan dan terapakan protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak).

Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved