Breaking News:

Berita Palembang

Dirjen Perbendaharaan Sumsel Patungan Bantu Warga Terdampak Covid-19 di Sumsel

Kementerian Keuangan melalui program Sambung Rasa Kemenkeu Peduli menyalurkan bantuan 163 paket sembako kepada masyarakat.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
sripoku.com/jati
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatra Selatan, Taukhid, menyerahkan bantuan kepada warga yang bermukim di sekitar Jl Radial, 26 Ilir, Palembang, Rabu (23/12/2020). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pandemi Covid-19 membuat sebagian masyarakat merasakan dampak dari berbagai sisi, termasuk ekonomi.

Berdasar keadaan tersebut, Kementerian Keuangan melalui program Sambung Rasa Kemenkeu Peduli menyalurkan bantuan 163 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan dan terdampak Covid-19 di Sumsel.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumatra Selatan, Taukhid, mengatakan bantuan yang diberikan tersebut berasal dari dana sukarela dari pegawai Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatra Selatan.

Baca juga: KPU OKU Bersiap Hadapi Gugatan Perselisihan Hasil Pilkada 2020 di Mahkamah Konstitusi

"Bantuan ini kami berikan untuk tenaga honorer di lingkungan Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatra Selatan
dan masyarakat sekitar kantor wilayah," katanya usai menyerahkan bantuan kepada warga yang bermukim di sekitar Jalan Radial, 26 Ilir, Palembang, Rabu (23/12/2020).

Menurut Taukhid, di masa pandemi seperti saat ini program bantuan sosial baik berupa pemberian sembako atau pun modal usaha akan dapat membantu banyak masyarakat untuk bisa bertahan di masa yang penuh dengan ketidakpastian saat ini. 

"Bantuan ini kami sebar tidak hanya di Kota Palembang saja, tetapi juga ke wilayah lain di Sumsel," ujarnya. 

Eti Sumiati (43), salah satu warga penerima bantuan yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual tekwan, mengatakan, bersyukur menerima bantuan yang diberikan tersebut. 

Baca juga: Listrik di OKU Selatan Targetnya Tahun 2021 Bisa Dinikmati di Delapan Desa

"Sebelumnya dapat juga bantuan dari pemerintah. Saya juga mengajukan bantuan usaha tapi tidak lulus sebagai penerima," jelas dia. 

Dia menambahkan, dengan pemasukan dari usaha warung kecilnya dan harus menghidupi empat orang anaknya penghasilannya yang tidak menentu saban harinya merasakan kesulitan.

Terlebih, saat masa pandemi warungnya sering sepi pembeli. 

Meskipun sang suami juga bekerja terkadang penghasilan keduanya pun tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan harian. 

"Suami saya juga jualan di lampu merah Simpang Pakjo. Penghasilan kami kalau digabung 200-300 per hari.

Cukup enggak cukup karena rumah di sini juga numpang. Alhamdulillah diberi bantuan." kata Eti.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved