Pengakuan Neti, Wanita Pemakan Silet : Rasanya Seperti Makan Kerupuk

Wanita asal Cirebon, tinggal di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kab. Indramayu ini, silet justru dijadikan camilan yang wajib dimakan sehari-hari

Editor: aminuddin
bangka pos
SILET : Neti, Wanita pemakan silet asal Cirebon. (SRIPOKU.COM/BP) 

SRIPOKU.COM, BANGKA -  Kita mungkin pernah menyaksikan orang makan silet di acara ‘Ini Bukan Sulap.’

Kita terkagum-kagum dibuatnya.

Tapi kita tak tahu setelah itu.

Kelanjutan orang makan silet itu gimana.

Apa setiap hari dia makan silet.

Atau pada saat pertunjukan itu saja.

Nah, terkait makan silet ini, kita punya kisah unik nich.

Simak ya!

Baca juga: Nemu Bayi di Buangan Sampah, Dirawat Bak Anak, 25 Tahun Kemudian Pemulung Ini Terima Rezeki Besar

Adalah Nenti (50).

Wanita asal Cirebon yang tinggal di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu ini, silet justru dijadikan camilan yang wajib dimakan sehari-hari.

Berikut deretan fakta-faktanya :

1.    Rasanya seperti makan kerupuk

"Rasanya kayak makan kerupuk," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (20/12/2020).

Nenti menceritakan, sudah 25 tahun lamanya kebiasaan aneh itu ia lakukan.

2. Lemas jika tak makan silet bahkan pusing

Baca juga: Kisah Pemulung yang Dulu Temukan Dompet Berisi Uang Rp 15 Juta, Justru Ngaku Nyesal jika Lakukan Ini

Sudah ribuan buah silet yang ia makan, dalam sehari minimal ia harus makan silet minimal 4 buah.

Jika tidak, tubuhnya akan lemas dan tidak mampu bekerja.

Kepalanya juga akan merasa pusing secara mendadak.

Kendati demikian, ia merasa bersyukur dengan keanehan yang dimilikinya itu.

3. Bekerja sebagai pemulung 

Di usianya yang sudah setengah abad membuatnya masih kuat bekerja sebagai pemulung agar bisa tetap bertahan hidup.

 Nenti juga mengaku masih kuat berjalan mengelilingi desa seharian mencari rongsokan untuk dijual.

"Bapak polisi juga pernah nanya, nggak sakit toh bu? Enggak sakit gak apa," ucapnya.

4. Berawal dari seniman kuda lumping

Nenti mengaku, kebiasaan aneh itu berawal saat ia masih aktif bekerja sebagai seniman kuda lumping.

Saat itu, ia disusuki ilmu kebal oleh pemilik paguyuban seniman tempat dia bekerja agar bisa memakan benda-benda tajam.

Ilmu itu masih tertanam di dalam dirinya hingga saat ini.

"Sampean ikut genjring, harus makan ini makan itu, makan silet, makan beling," ujarnya menirukan percakapan dengan pemilik seniman kuda lumping dahulu.

Baca juga: Viral Video Seorang Wanita Traktir 4 Bocah Pemulung Makan di Restoran Siap Saji Bikin Mewek

5. Belum ingin keluarkan ilmu kebalnya

Nenti juga mengaku tidak mempermasalahkan kebiasaan aneh tersebut.

Pasalnya, dengan memakan silet, membuatnya kuat bekerja memulung rongsokan keliling desa seharian tanpa merasa lelah.

Kepada Tribuncirebon.com, ia mengaku belum ingin mengeluarkan ilmu kebal itu dari dalam tubuhnya.

6. Tak Punya tempat tinggal 

Kondisi ekonomi membuat Nenti masih harus bekerja untuk bertahan hidup.

enti mengaku, hanya hidup bersama suaminya saja yang sama-sama seorang pemulung.

Pasangan suami istri itu pun tidak punya tempat tinggal karena rumah suaminya yang berada di desa setempat roboh.

Kini, pasangan suami istri itu terpaksa menumpang di bekas bangunan wc milik pemerintah desa yang sudah lama tidak digunakan untuk bertempat tinggal selama sekitar 1 tahun terakhir.

Sedangkan untuk pulang ke Cirebon, Nenti mengaku sudah tidak memiliki apapun, termasuk anggota keluarga.

"Gak punya rumah, sudah ambruk.

Kalau saya warga Cirebon, di sana juga sudah gak ada siapa-siapa lagi, gak punya apa-apa," ucapnya.

Berita ini telah terbit di TRIBUNNEWS.COM berjudul "Fakta Perempuan asal Cirebon Pemakan Silet, Rasanya Seperti Kerupuk dan Lemas Saat Tak Memakannya"

https://bangka.tribunnews.com/2020/12/21/deretan-fakta-tentang-neti-nenek-50-tahun-yang-hobi-makan-silet-seperti-kerupuk 

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved