Nemu Bayi di Buangan Sampah, Dirawat Bak Anak, 25 Tahun Kemudian Pemulung Ini Terima Rezeki Besar

Saat sedang mencari sampah dia menemukan seorang bayi tergeletak di tempat sampah di dekat rumahnya.

Editor: Fadhila Rahma
Tintucnuocuc
Pemulung syok menemukan bayi di buangan sampah, lalu dia rawat penuh kasih sayang seperti anak sendiri. 25 tahun kemudian, rezeki luar biasa datang. 

SRIPOKU.COM - Nemu Bayi di Buangan Sampah, Dirawat Bak Anak, 25 Tahun Kemudian Pemulung Ini Terima Rezeki Besar

Pemulung syok, ketemu bayi di tempat pembuangan sampah lalu dirawat penuh kasih sayang. 25 tahun kemudian si bayi membawa keberuntungan luar biasa!

Seperti diceritakan oleh situs Vietnam, Tintucnuocuc, wanita miskin asal China bernama Hu mengalami kisah bak di film drama.

Pemulung bernama Hu, hidup tanpa anak bersama dengan suaminya.

Meski, hidup dengan ekonomi pas-pasan Hu sangat ingin memiliki anak sendiri, hingga suatu ketika dia mengalami hal mengejutkan.

Saat sedang mencari sampah dia menemukan seorang bayi tergeletak di tempat sampah di dekat rumahnya.

Baca juga: Kebelet, Siang Hari Saat Suami Kerja, Istri Ajak Pria Lain Masuk Kamar Tidur: Cuma 5 Menit

Baca juga: Emas Diembat Anak Sendiri, Ibu Ini Meradang Laporkan Anak Kandung ke Polisi

tribunnews
Wanita ini temukan bayi di tempat sampah. (Tintucnuocuc)

Hal itu dialaminya pada tahun 1993, dengan cepat Hu membawanya ke rumahnya di Kota An Khanh, Anhui, China.

Seperti mendapat rejeki dari langit Hu dengan segera mengadopsinya dan menjadikannya anaknya.

Dia tidak perlu berkonsultasi pada suaminya, karena Hu sendiri telah lama menginginkan memiliki anak sendiri.

Meski hidup dengan ekonomi pas-pasan, Hu mengadopsi bayi perempuan itu dan membesarkannya seperti anak sendiri.

Diceritakan bahwa Hu dan suaminya hidup miskin, dan bahkan tak mampu membeli susu untuk bayinya.

Jadi mereka menghancurkan bubur hingga lembut, dan memberikan pada anaknya sebagai pengganti susu.

Ketika putri Hu berusia 4 tahun, suaminya meninggal dunia, hal itu membuatnya harus berjuang sendiri menghidupi putrinya.

Hu bekerja keras seorang diri, dia mengerjakan segalanya, termasuk menjual sayuran di pasar, hingga menjual jangrik.

Semua itu dilakukan Hu supaya dia memiliki uang untuk mendukung pendidikan putrinya.

Berkat cinta yang begitu besar, dan kerja keras Hu dia bisa membuat putri angkatnya tumbuh dengan baik hingga usia 25 tahun.

Halaman
1234
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved