Breaking News:

Liputan Eksklusif

Pembangunan Aldiron Plaza Cinde Mandek, Ini Solusi dari Pengembang: Pihak Ketiga

Sudah ada sekitar empat perusahaan dari luar negeri yang menyatakan siap menjadi rekanan PT Magna Beatum.

Editor: Soegeng Haryadi
DOK. SRIPO
Sriwijaya Post edisi Minggu (13 Desember 2020); Omzet Pedagang Cinde Merana 

PT Magna Beatum selaku kontraktor Aldiron Plaza Cinde (APC) mengaku saat ini mereka mengalami kesulitan finansial dampak dari Pandemi Covid-19. Kondisi keuangan yang tidak stabil memaksa pembangunan APC dihentikan sementara waktu.

Untuk mendapatkan dana segar sebagai tambahan modal, PT Magna Beatum berencana menggandeng pihak ketiga untuk menjadi rekanan dalam pembangunan pasar modern tersebut.

Kepala Cabang PT Magna Beatum Aldiron Plaza Cinde, Raimar Yousnaidi mengatakan, sudah ada sekitar empat perusahaan dari luar negeri yang menyatakan siap menjadi rekanan PT Magna Beatum.

Baca juga: Omzet Pedagang Cinde Merana, Bingung Mau Pindah kemana

Ditargetkan pada Januari sudah mengerucut pihak ketiga yang akan menjadi rekanan, sehingga bulan Februari pembangunan fisik kembali berjalan.

"Kita sedang cari tambahan modal, maka itu kita akan gandeng pihak ketiga. Sudah ada pembicaraan hanya saja memang belum deal," kata Raimar, Sabtu (12/12).

Ia menjelaskan, mangkraknya pembangunan APC tidak ada kaitannya dengan muatan politis di Bumi Sriwijaya.

Baca juga: Pasar Cinde Palembang Dihancurkan dengan Status Didaftarkan Jadi Cagar Budaya, Cukup Hilang 1 Kali

Raimar mengaku Pemerintah Provinsi sangat mendukung pembangunan dan meminta PT Magna Beatum agar segera menyelesaikan pembangunan salah satu ikon kota Palembang tersebut.

"Pemerintah sangat support kok. Terkendalanya pembangunan ini tidak ada sama sekali kaitannya dengan politik," tegasnya.

Raimar menambahkan, jika pekerjaan kembali dilanjutkan pihaknya akan memfokuskan menyelesaikan terlebih dahulu pembangunan basement yang dimana lokasi tersebut akan digunakan oleh pedagang lama atau eksisting untuk berjualan.

"Jujur kita juga sangat berat melihat para pedagang lama jadi terlantar karena lambannya pembangunan, nanti kita akan bangun secara paralel untuk mengejer finishing lapak pedagang lama di basement," ungkap Raimar. (tim)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved