Nilai dan Kepuasan Wisatawan Berbasis Wisata Olahraga di Kota Palembang 

Trend di industri pariwisata yang saat ini mulai berkembang pesat dan menarik minat wisatawan adalah wisata olahraga.

Tayang:
Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/RM RESHA AU
Dua dari beberapa atlet kayak Indonesia yang tengah bersiap mengikuti perebutan medali nomor Kayak Ganda (K2) 1.000 Meter Putra Asian Games 2018. 

Trend di industri pariwisata yang saat ini mulai berkembang pesat dan menarik minat wisatawan adalah wisata olahraga.

Undang-undang Republik Indonesia No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional pasal 19 ayat 1 dan 3, menyebutkan bahwa olah raga rekreasi adalah merupakan olah raga yang dilakukan sebagai bagian dari proses pemulihan kembali kesehatan dan kebugaran dengan tujuan:

a.    memperoleh kesehatan, kebugaran jasmani, dan kegembiraan;

b.    membangun hubungan sosial; dan/atau

c.     melestarikan dan meningkatkan kekayaan budaya daerah dan nasional.

Berdasarkan undang-undang di atas, maka tentu wisata olah raga dapat dikembangkan menjadi wisata olah raga dan rekreasi,  serta ditambah unsur pelestarian kekayaan budaya daerah dan nasional sehingga terlihat adanya karakteristik pariwisata yang menyatu dengan pengembangan budaya daerah dan nasional.

Kota Palembang sebagai Ibukota Propinsi Sumatera Selatan memiliki potensi untuk mengembangkan wisata olahraga sebagaimana daya tarik budayanya, hal ini tercermin dari salah satu misi kota Palembang yaitu, menjadikan sebagai kota pariwisata sungai dan budaya serta event olah raga berkelas dunia yang harmoni dan selaras antara kehidupan manusia dan alam.

Rencana pengembangan wisata olah raga di kota Palembang, telah dimulai sejak 20 tahun terakhir, yaitu sejak persiapan dan pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) di tahun 2004, kemudian diikuti dengan tempat dilaksanakannya ajang olah raga Asia Tenggara (SEA Games) tahun 2011, serta puncaknya adalah berhasil menjadi Host Asian Games ke-18 bersama dengan ibu kota Jakarta di tahun 2018 yang diikuti oleh 45 negara Asia.

Di bulan Februari 2019, Sumatera Selatan - Palembang kemudian ditetapkan sebagai Center of Excellence untuk wisata olahraga di Indonesia oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, dimana hal ini dilatarbelakangi karena keberhasilan kota Palembang dalam menggelar berbagai event olahraga berkelas dunia.

Selain Sea Games 2011 dan Asian Games 2018, terdapat juga event Musi Triboatton, Turnamen Sepak Bola Internasional, Beach Volley se Asia Pasifik dan Asian Triathlon 2017.

Infrastruktur utama wisata olah raga di Palembang adalah Stadion Jakabaring. Selain itu juga terdapat beberapa infrastruktur lainnya, seperti Stadion Gelora Sriwijaya, Stadion Lapangan Tenis Bukit Asam, Stadion Atletik, Stadion Akuatik, Gedung GOR Ranau (badminton), Gedung GOR Dempo (senam), Arena Baseball dan Softball, Stadion menembak, Arena Ski Air, Arena Voli Pantai, Arena Panjat Dinding, Arena Sepatu Roda, Arena Petanque, Arena Bowling, Sirkuit International Jakabaring yang masih dalam proses pembangunan, diproyeksikan memiliki panjang lintasan 4,314 km dan ketersediaan kursi untuk 130.000 penonton.

Kepuasan dan Nilai Pelanggan

Customer Value (Nilai Pelanggan) adalah persepsi tentang nilai produk atau layanan jasa bagi pelanggan, nilai ini terbentuk ketika pelanggan mem-persepsikan pengalamannya (customer experience), menerima manfaat atau layanan dari suatu produk/jasa atas sejumlah uang yang dibelanjakan untuk menerima manfaat atau layanan tersebut.

Pada wisata olah raga, customer value dipersepsikan oleh pelanggan, ketika ikut berpartisipasi baik secara aktif (sebagai peserta) maupun secara pasif (sebagai pengunjung atau penonton) pada suatu event olah raga.

Dalam upaya menciptakan Customer Value tersebut, selain pembangunan infrastruktur olah raga yang lengkap, manajemen pengelola wisata olahraga melalui stake-holders terkait, juga menggunakan Touchpoint, yaitu menciptakan aktivitas interaksi dengan pelanggan dalam membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Touchpoint pada aktivitas marketing misalnya mencakup aktivitas interaksi sebelum, selama, atau setelah pelanggan atau konsumen membeli (bertransaksi) atas barang atau layanan tersebut.

Pada wisata olah raga di Palembang, pengelola/manajemen melakukan apa yang disebut sebagai company-created touchpoints, yaitu aktivitas dimana pesan atau informasi terkait wisata olahraga telah direncanakan, diciptakan dan dikendalikan oleh pengelola dan dimaksudkan untuk mengarahkan pesan tersebut melalui komunikasi yang ditujukan kepada para peserta.

Salah satu contoh apa yang disebut company-created touchpoint yang dilakukan terkait wisata olah raga, adalah penggunaan website (portal) milik Pemerintah Provinsi yang digunakan sebagai channel promosi wisata olah raga di Palembang, contohnya seperti dikutip dari web tersebut dengan judul artikel Jamselinas Ajang Promosi Wisata Olahraga Sumsel. Selain sebagai channel promosi, di dalam website tersebut terdapat kolom opini masyarakat. Penggunaan website ini juga bisa diakses melalui Sosial Media seperti di alamat:

-              facebook (https://web.facebook.com/pengelolaan.publik),  

-              twitter (https://twitter.com/sumsel_maju),  

-              instagram (https://www.instagram.com/diskominfo_sumsel/),    

-              youtube (https://www.youtube.com/channel/UCzzQkejdyJcElmzBVShgsZA).

Untuk memperkuat penciptaan nilai pelanggan di wisata olah raga di Palembang, telah disukung pula oleh perguruan tinggi Poltekpar Palembang, diantaranya untuk menindak-lanjuti pembentukan Center of Excellence Sport Tourism Indonesia. Di penghujung tahun 2020, sebagai bentuk kepedulian akademisi terhadap wisata olah raga di Palembang, telah juga dilakukan penelitian kolaborasi antara Poltekpar Palembang dan Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan Karawaci Tangerang, dengan judul – Penerapan Prinsip Pariwisata Berkelanjutan Pada Wisata Olah Raga di Kota Palembang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep pengembangan wisata olah raga di Kota Palembang, yang sesuai dengan prinsip pariwisata berkelanjutan, khususnya dari segi pengelolaan.

Pengetahuan mengenai konsep pengembangan wisata olahraga yang tepat dan berlandaskan prinsip pariwisata berkelanjutan mutlak diperlukan dan didukung oleh semua stakeholders pariwisata di Palembang, mengingat perencanaan yang baik akan menjadi dasar utama pengembangan suatu destinasi wisata yang berkelanjutan.

Salah satu faktor yang diukur dalam penelitian tersebut adalah pandangan masyarakat lokal terhadap kegiatan wisata olah raga yang dilakukan di lingkungannya, hasilnya adalah sebagian besar masyarakat memiliki sikap mendukung dan merasakan manfaat ekonomi dari kegiatan wisata olah raga di lingkungannya.

Selain mengukur pandangan dan sikap masyarakat tersebut, penelitian ini juga mengukur Net Promotor Score, yaitu kuesioner yang terdiri hanya 1 pertanyaan dengan pilihan jawaban skala likert 1 – 10 tentang seberapa ingin responden ikut mempromosikan wisata olah raga di kota Palembang.

Hasilnya 74,6% responden berada pada posisi Promoters, yaitu responden yang memilih jawaban nilai 9 dan 10. Hasil ini menunjukkan kepedulian masyarakat untuk ikut ambil bagian secara aktif pada kegiatan promosi wisata olah raga yang akan menciptakan Nilai dan Kepuasan Pelanggan (wisatawan).

Banyak studi yang mengungkapkan adanya hubungan yang sangat positif antara pariwisata dan peningkatan kualitas hidup suatu lingkungan. Sebuah ungkapan pesan yang di dalamnya terdapat arti mendalam mengenai  pentingnya sebuah Nilai Pelanggan (wisatawan). Pada wisata olah raga terutama, persepsi Nilai Pelanggan sangat ditentukan oleh seberapa besar manfaat dari peningkatan kualitas hidup yang  dapat dirasakan para pemangku kepentingan dan oleh para wisatawan sebagai pelanggan utama.

Mari kita JAGA dan RAWAT Indonesia melalui PARIWISATA.

Sumber: Sriwijaya Post
Tags
Pariwisata
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved