Penanganan Virus Corona
Progres Covid-19 di Prabumulih Jadi Perhatian Satgas Covid-19 Indonesia
"Masyarakat tak patuh kita kenakan saksi dan sanksi, kita harap juga masyarakat harus aktif, RT, RW dan lainnya juga harus aktif,"
SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Tak kunjung keluar dari zona oranye Covid-19 ternyata membuat kota Prabumulih masuk dalam daftar 54 kabupaten dalam catatan tim Satgas Covid-19 nasional.
Terkait itu, tim satgas pusat meminta Prabumulih bersama kota lain di Sumsel seperti Banyuasin dan Palembang agar melakukan upaya keras agar keluar dari zona tersebut.
Wakil Walikota Prabumulih, H Andriansyah Fikri SH, menanggapi hal itu mengungkapkan Pemerintah Kota Prabumulih terus melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG Jumat 5 November 2020, Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Lebat 19 Wilayah Ada Sumsel
"Sosialisasi bahkan kita terus mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan," ungkap Fikri kepada wartawan, Kamis (5/11/2020).
Fikri menuturkan, tidak hanya gencar melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat, Pemkot Prabumulih bersama instansi terkait bahkan kerap melakukan pemberian sanksi kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.
"Masyarakat tak patuh kita kenakan saksi dan sanksi, kita harap juga masyarakat harus aktif, RT, RW dan lainnya juga harus aktif agar seluruh masyarakat tetap patuh protokol kesehatan," katanya.
Baca juga: Detik-detik Seorang Remaja di Palembang Kesetrum di Jakabaring, Teman Sempat Terpental Saat Menolong
Karena, menurut suami Hj Reni Indayani ini, masyarakat harus tetap patuh lantaran sampai saat ini belum ada vaksin dan Virus Corona tidak ada tanda-tanda akan hilang.
"Belum ada kejelasan mengenai vaksin, awalnya akan didistribusikan Desember tapi tak jadi, masih tarik ulur," lanjutnya.
Fikri mengharapkan seluruh elemen masyarakat bahu membahu dalam mematuhi protokol kesehatan sehingga zona oranye akan hilang dan Prabumulih menjadi zona hijau.
Baca juga: Cerita Mahasiswa S3 Ditangkap dan Berdarah-darah saat Bentrok Lawan Polisi di Kerusuhan Pilres AS
"Semuanya tergantung masyarakat, kalau semua bersama tetap patuh protokol kesehatan maka zona orange akan hilang dengan sendirinya.
Karena meski ada peraturan walikota atau peraturan gubernur untuk menindak tak patuh masih saja masyarakat tidak patuh bahkan sudah kebal," katanya.
Sebelumnya, Walikota Prabumulih H Ridho Yahya mengungkapkan hal yang sama jika pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan.
Baca juga: Update Covid-19 di Palembang Kamis 5 November 2020, Bertambah Kasus Konfirmasi Sebanyak 19 Orang
"Kita terus melakukan sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan, silahkan melakukan aktivitas seperti biasa tapi protokol kesehatan tetap harus diterapkan, pakai masker, jaga jarak dan lainnya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/wawakoprabutolong.jpg)