Breaking News:

Ketua DRD Sumsel, Prof Dr Benyamin Lakitan: Tak Ada Pilihan Lain, Produksi Pangan Wajib Ditingkatkan

Kebutuhan dan permasalahan iptek yang perlu didahulukan adalah kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat yang saat ini kurang beruntung

Editor: aminuddin
Ketua DRD Sumsel, Prof Dr Benyamin Lakitan: Tak Ada Pilihan Lain, Produksi Pangan Wajib Ditingkatkan - benyamin1jpg.jpg
dok.pribadi
Ketua DRD Sumsel Prof Dr Ir Benyamin Lakitan M.Sc
Ketua DRD Sumsel, Prof Dr Benyamin Lakitan: Tak Ada Pilihan Lain, Produksi Pangan Wajib Ditingkatkan - benyamin3jpg.jpg
dok.pribadi
Ketua DRD Sumsel Prof Dr Ir Benyamin Lakitan M.Sc
Ketua DRD Sumsel, Prof Dr Benyamin Lakitan: Tak Ada Pilihan Lain, Produksi Pangan Wajib Ditingkatkan - benyamin4jpg.jpg
dok.pribadi
Ketua DRD Sumsel, Prof Dr Ir Benyamin Lakitan M.Sc
Ketua DRD Sumsel, Prof Dr Benyamin Lakitan: Tak Ada Pilihan Lain, Produksi Pangan Wajib Ditingkatkan - benyamin2jpg.jpg
dok.pribadi
Ketua DRD Sumsel, Prof Dr Ir Benyamin Lakitan M.Sc

Artinya, tidak ada pilihan lain, produksi pangan wajib ditingkatkan.

Dari sisi lain, ketersediaan lahan pertanian cenderung menurun akibat konversi dan degradasi kualitas lahan.

Dalam konteks ini, iptek harus mampu berkontribusi nyata dalam upaya meningkatkan intersifikasi berkelanjutan sistem produksi pangan, khususnya di Sumatera Selatan.

- Terkait permintaan Gubernur Sumsel yang salah satu di antaranya upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Sumsel, apa komentar bapak?

Pernyataan Pak Gubernur itu menunjukkan bahwa beliau sangat memahami realitas permasalahan dan kebutuhan iptek untuk memajukan Sumatera Selatan, serta peduli dan berpihak pada upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil, terutama petani.

Biofile

BENYAMIN Lakitan menyelesaikan studi S1 di Universitas Sriwijaya (UNSRI) (1982), S2 di University of Kentucky (1987), dan S3 di Cornell University (1989) pada usia 29 tahun.

Terpilih sebagai mahasiswa teladan UNSRI (1981) dan dosen teladan nasional peringkat I (1991).

Dikukuhkan sebagai profesor ilmu pertanian pada UNSRI (1998) pada usia 37 tahun 6 bulan.

Beliau merupakan akademisi yang separo perjalanan karirnya ditugaskan di luar kampus yakni pada Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumsel (1998-2005) dan Kementerian Riset dan Teknologi (2005-2015).

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved