Sebuah Jalan Menuju Takdir Allah SWT

Belajar dari kisah Nabi Yusuf as. dalam Al Qur’an, paling tidak terdapat lima ta­hapan sunnatullah yang dilalui menuju takdirnya

Editor: Salman Rasyidin
ist
John Supriyanto 

Ke­ka­lah­an umat Islam di perang Uhud misalnya.

Logika terbatas manusia bisa sa­ja mengatakan bahwa Allah SWT. tidak adil terhadap Nabi Saw. dan para sa­habat.

Bukankah mudah saja bagiNya untuk memberikan kemenangan.

Tapi se­jarah menuturkan bahwa Nabi Saw. mengalami luka-luka dan berdarah di se­kujur tubuhnya.

Ternyata, kekalahan itupun tidak terlepas dari hukum se­bab akibat.

Pertama terpecahnya kesatuan pasukan akibat provokasi kaum mu­nafiq;

kedua terlalu percaya diri karena kemenangan pada perang Badar se­tahun sebelumnya;

ketiga, ketidaktaatan sebagian pasukan atas instruksi Na­bi SAW dan ketertarikan mereka pada harta rampasan perang membuat lalai dari siasat dan tipu muslihat musuh.

Sebab-sebab tersebut sengaja Allah SWT bangun sedemikian rupa.

Karena un­tuk mengantar mereka pada takdir kekalahan harus diciptakan kondisi yang melatarinya.

Tidak mungkin sebuah kekalahan terjadi begitu saja tanpa a­danya sebab.

Ternyata dengan peristiwa kekalahan itu Allah Swt. ingin memberikan pembelajaran bahwa kemenangan atau kekalahan adalah sebuah akibat dari rangkaian-rangkaian sebab.

Hikmahnya luar biasa, setelah peristiwa Uhud, pasukan Islam menjadi lebih solid, tangguh dan dengan persiapan yang matang, sehingga tidak ada satupun peperangan yang di­ha­dapi kecuali mereka mendapatkan kemenangan.

Sebab-sebab yang sun­na­tullah itu adalah rekayasa Tuhan untuk mengantarkan mereka pada takdir ke­ka­lahan.

Di antara tujuannya adalah untuk mendewasakan umat bahwa hasil segala sesuatu adalah akibat dari serangkaian sebab-sebab.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved