Breaking News

Sebuah Jalan Menuju Takdir Allah SWT

Belajar dari kisah Nabi Yusuf as. dalam Al Qur’an, paling tidak terdapat lima ta­hapan sunnatullah yang dilalui menuju takdirnya

Editor: Salman Rasyidin
ist
John Supriyanto 

Lalu nama baik dan kemampuan itu jugalah yang ke­mu­dian menjadi pe­nyebab kebebasannya hingga diangkat menjadi pembesar is­tana.

Tidak cukup sampai di situ, ternyata musim subur dan musim kemarau panjang itu yang kemudian menyebabkan bertemunya kembali Yusuf dan orang tua berikut saudara-saudaranya.

Sebenarnya, Tuhan bisa saja menjadikan Yusuf seorang nabi dan pembesar Mesir tanpa harus melalui tahapan-tahapan sebab akibat tersebut.

Tapi me­ngapa hal itu tidak Tuhan lakukan?

Sebab Tuhan ingin menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi harus sejalan dengan sunnatullah dan hukum se­bab akibat (Qs. al-Fath : 23).

 Bahwa semuanya harus berproses, baik cepat atau­pun lambat.

 Tidak ada yang instan bahkan terhadap mukjizat sekalipun yang mungkin dianggap oleh sebagian orang bertentangan dengan sunnatullah.

Segala sesuatu terjadi tentu atas izin-Nya dan itu ‘harus’ melalui proses hukum sebab akibat dan sunnah-sunnahNya.

Usaha adalah media untuk menggapai takdir.

 Atau dalam ungkapan yang lain, takdir merupakan ending dari sebuah rangkaian tahapan usaha.

Untuk me­nuju sebuah takdir, manusia harus mengikuti alur sunnatullah yang ha­kikatnya adalah sebuah rekayasa Tuhan.

Atas kuasa dan izinNya, Tuhan bisa saja menjatuhkan satu kwintal emas pada seseorang yang mungkin akan menjadikannya mendadak kaya.

Tapi, hal itu tidak pernah terjadi meski ma­nusia ngotot berdoa sampai menangis darah.

 Sebab, ‘tidak mungkin’ Tuhan me­nentang di antara sunnah-sunnahNya.

Begitu pula bila berkaca dari banyak peristiwa dalam sejarah kehidupan Nabi SAW bagaimana sunnatullah juga meliputi perjalanan risalah beliau.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved