Sebuah Jalan Menuju Takdir Allah SWT
Belajar dari kisah Nabi Yusuf as. dalam Al Qur’an, paling tidak terdapat lima tahapan sunnatullah yang dilalui menuju takdirnya
Lalu nama baik dan kemampuan itu jugalah yang kemudian menjadi penyebab kebebasannya hingga diangkat menjadi pembesar istana.
Tidak cukup sampai di situ, ternyata musim subur dan musim kemarau panjang itu yang kemudian menyebabkan bertemunya kembali Yusuf dan orang tua berikut saudara-saudaranya.
Sebenarnya, Tuhan bisa saja menjadikan Yusuf seorang nabi dan pembesar Mesir tanpa harus melalui tahapan-tahapan sebab akibat tersebut.
Tapi mengapa hal itu tidak Tuhan lakukan?
Sebab Tuhan ingin menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi harus sejalan dengan sunnatullah dan hukum sebab akibat (Qs. al-Fath : 23).
Bahwa semuanya harus berproses, baik cepat ataupun lambat.
Tidak ada yang instan bahkan terhadap mukjizat sekalipun yang mungkin dianggap oleh sebagian orang bertentangan dengan sunnatullah.
Segala sesuatu terjadi tentu atas izin-Nya dan itu ‘harus’ melalui proses hukum sebab akibat dan sunnah-sunnahNya.
Usaha adalah media untuk menggapai takdir.
Atau dalam ungkapan yang lain, takdir merupakan ending dari sebuah rangkaian tahapan usaha.
Untuk menuju sebuah takdir, manusia harus mengikuti alur sunnatullah yang hakikatnya adalah sebuah rekayasa Tuhan.
Atas kuasa dan izinNya, Tuhan bisa saja menjatuhkan satu kwintal emas pada seseorang yang mungkin akan menjadikannya mendadak kaya.
Tapi, hal itu tidak pernah terjadi meski manusia ngotot berdoa sampai menangis darah.
Sebab, ‘tidak mungkin’ Tuhan menentang di antara sunnah-sunnahNya.
Begitu pula bila berkaca dari banyak peristiwa dalam sejarah kehidupan Nabi SAW bagaimana sunnatullah juga meliputi perjalanan risalah beliau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/jhon-uin.jpg)