Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Tes Swab di PALI Gratis, tapi Tetap Saja Warga Enggan Daftar, Mereka Takut Berimbas ke Usaha

Pemerintah pusat telah menetapkan harga tes swab mandiri di rumah sakit sebesar Rp 900 ribu per sekali te swab tes.

sripoku.com/reigan
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Mudakir. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI - Pemerintah pusat telah menetapkan harga tes swab mandiri di rumah sakit sebesar Rp 900 ribu per sekali te swab tes.

Namun berbeda dengan yang diterapkan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) khusus warga di Bumi Serepat Serasan fasilitas tes swab tidak dipungut biaya alias gratis.

Demikian diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan PALI, Mudakir, Selasa (6/10/2020).

Ramalan Zodiak Besok, Rabu 7 Oktober 2020: Gemini Merasa Kesepian, Cancer Berhasil Dalam Usaha Baru

Mudakir menjelaskan, bahwa sebenarnya, jika ada masyarakat PALI yang hendak tes swab, maka pihaknya dalam hal ini Dinas Kesehatan PALI siap memfasilitasi dan masyarakat tidak perlu membayar.

"Syaratnya, cukup melapor ke Dinkes, bawa E-KTP dan mengisi formulir disiapkan, kemudian dilakukan tes swab.

Hasil tes swab tes tersebut akan dikirimkan ke BBLK Palembang atau RSUD Rabbain Muaraenim," ungkapnya.

Daftar Biaya Tes Swab Terbaru di RS dan Laboratorium Klinik di Palembang, Masih Ada yang Jutaan

Meski demikian, ia mengaku masyarakat seperti anti terhadap tes swab. Bahkan, pihaknya ada beberapa kali menemukan warga yang kabur karena enggan dilakukan swab.

"Di PALI warganya yang tidak mau dites swab.

Masyarakat menghindar untuk dites swab karena takut dikucilkan jika nanti hasilnya terpapar positif Covid-19 dan ditakutkan berimbas pada bisnis warga," tambahnya.

Zaskia Sungkar Ngidam Aneh, Paksa Irwansyah Ke Rumah Shireen, Kebelet Lakukan Ini di Rumah Adiknya!

Terkait tes swab mandiri di RSUD Talang Ubi saat ini belum bisa dilakukan.

Lantaran terkendala fasilitas RS yang belum memiliki laboratorium untuk ditempatkan alat PCR atau alat pemeriksa swab tes.

Saat ini pihaknya bersama delapan puskesmas yang ada di kabupaten PALI tengah fokus tracking terhadap warga yang kontak dengan pasien yang terpapar positif Covid-19.

"Sekarang puskesmas juga dibebankan untuk melakukan tracking di wilayah puskesmas itu masing-masing.

Selain itu, kami juga gencar sosialisasi dengan melibatkan tenaga kesehatan di puskesmas," ujarnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved