Beredar Video Oknum Polantas Minta Uang 100 Ribu di Tol Trans Sumatera, Ini Kata Dirlantas Polda

Beredar video di media sosial facebook mengenai adanya salah satu pengendara mobil di Jalan Tol Trans Sumatera, di Ruas Tol Kayu Agung Palembang

Penulis: Bayazir Al Rayhan | Editor: adi kurniawan
Kolase Sripoku.com/Facebook
Beredar video di media sosial facebook mengenai adanya salah satu pengendara mobil di Jalan Tol Trans Sumatera, tepatnya di Ruas Tol Kayu Agung-Palembang ditilang oleh anggota kepolisian. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Beredar video di media sosial facebook mengenai adanya salah satu pengendara mobil di Jalan Tol Trans Sumatera, tepatnya di Ruas Tol Kayu Agung-Palembang ditilang oleh anggota kepolisian.

Belum diketahui pasti kapan kejadian tersebut terjadi.

Namun yang membuat video tersebut viral dan mendapatkan respon dari masyarakat yakni keterangan video yang menjelaskan bahwa oknum polisi tersebut meminta uang sejumlah 100 ribu, namun tidak diberikan oleh pengendara tersebut hingga akhirnya ditilang oleh polisi.

"TKP Tol Trans Sumatera ruas Tol Kayu Agung-Palembang awalnya minta mel 100 ribu gak tak kasih terus main tilang, apakah ini yang namane pengayom masyarakat," jelas keterangan video yang diunggah oleh akun facebook Qandiex tersebut.

Video itu juga sudah mendapatkan 133 respon dan 103 komentar oleh pengguna facebook.

Bahkan video tersebut sudah dibagikan oleh lebih dari 146 kali.

Warga Palembang Jangan Sembarangan Buat Polisi Tidur, Ini Penjelasan Dirlantas Polda Sumsel

Pemutihan Pajak Kendaraan Bakal Berlangsung Mulai Awal Agustus, Dirlantas Polda Sumsel Membenarkan

Dalam video yang berdurasi enam detik tersebut tidak terlihat mobil pengendara yang ditilang oleh anggota kepolisian.

Namun tampak dua oknum Polantas dan juga mobil dari Ditlantas Polda Sumsel.

Menanggapi hal tersebut, Ditlantas Polda Sumsel, Kombes Pol Juni tidak banyak memberikan penjelasan mengenai video tersebut.

Dikatakan Juni, bahwa dirinya akan melihat dulu secara keseluruhan mengenai video yang beredar tersebut.

"Saya mau melihat dulu secara utuh nanti kebenaran video tersebut, jangan sampai nanti masyarakat ditilang jadi memutar balikan fakta," jelas Juni saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (28/9/2020).

Masih dikatakan Juni, sebelumnya juga sempat terjadi hal yang serupa seperti ini.

Namun kembali lagi pada penjelasannya, Juni akan mengecek kembali kebenaran tersebut sehingga nantinya tidak ada terjadi kesalahpahaman dari masyarakat terhadap kepolisian.

"Dulu pernah terjadi seperti itu juga, itu nanti mau saya cek dulu benar tidak seperti video yang beredar itu."

"Takutnya masyarakat salah akhirnya membuat video yang memutar balikan fakta sebenarnya, kita cari dulu faktanya nanti," ungkap Juni.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved