Breaking News:

Buya Menjawab

Sholat Menggunakan Masker

Sampai sekarang di bulan September 2020 jama'ah sholat masih menutup mulutnya dengan masker, apa hukumnya buya, mohon penjelasan.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM / Bayazir Al Rayhan
Ilustrasi - Jemaah masjid Agung Kota Palembang saat mendengarkan Khotbah saat melaksanakan Sholat Jumat, Jumat (5/6/2020) 

SRIPOKU.COM - Assalamu'alaikum Wr Wb
BUYA, sampai sekarang di bulan September 2020 jama'ah sholat masih menutup mulutnya dengan masker, apa hukumnya buya, mohon penjelasan

Terimakasih. 0812780XXXX

Polsek Lembak Polres Muara Enim Razia Masker di SPBU dan Rumah Makan

Melemah, Berikut Nilai Tukar Rupiah Hari Jumat 25 September 2020 di 5 Bank Besar Indonesia

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Jawab:
Wa'alaikumussalam .Wr.Wb.
Dalam melaksanakan sholat ada adab atau tata cara yang disunnahkan menurut Rasulullah Saw. Termasuk menutup mulut dengan tangan atau lainnya dilarang sebagaimana Abu Hurairah, berkata; "Rasulullah Saw melarang seseorang menutup mulutnya ketika shalat."

Dalam kitab Al-Majmu, Imam Nawawi menegaskan kemakruhan menutup mulut; dengan tangan dan lainya (masker) ketika sedang melaksanakan shalat. Beliau berkata sebagai berikut: "Makruh seseorang melakukan shalat dengan talatsum, artinya menutupi mulutnya dengan tangannya atau yang lainnya. Makruh di sini adalah makruh tanzih (tidak haram) sehingga tidak menghalangi keabsahan shalat".

Namun demikian, jika pemakain masker dalam shalat sangat dibutuhkan, seperti karena khawatir terkena virus corona, kuman dan lainnya, maka hal itu tidak masalah. Menurut Ibnu Abdil Barr, menutup mulut dengan masker diperbolehkan jika hal itu ada kebutuhan.

Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut: Ulama sepakat bahwa wajib atas wanita membuka wajahnya di dalam shalat dan ihram (haji/umrah). Karena sungguh penutup wajah itu menghalangi seorang yang melaksanakan shalat (untuk menempelkan) secara langsung dahi dan hidung serta dapat menutupi mulut.

Nabi Saw telah melarang seorang laki-laki melakukan hal itu (juga). Jika ada kebutuhan, seperti adanya laki-laki lain (yang bukan mahramnya berada di dekatnya ketika shalat), maka tidak makruh. Demikian pula lelaki, hukumnya menjadi tidak makruh jika dia butuh untuk menutupi mulutnya (supaya tidak tertular wabah penyakit).

Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani penggunaan masker saat shalat juga tidak dilarang. Asalkan masker tersebut suci, maka diperbolehkan untuk dikenakan saat shalat. Bila masker yang dipakai terkena najis, maka haram dan tidak sah shalatnya.

Selanjutnya adalah suci dari najis yang tidak dimaafkan, di dalam pakaian, mencakup atribut yang dibawa, meski tidak ikut bergerak dengan bergeraknya orang yang shalat, dan disyaratkan pula suci dari najis, perkara yang bertemu dengan hal di atas,” (Lihat Syekh Nawawi Al-Bantani, KasyifatusSaja, halaman 102).

ilustrasi
Update 25 September 2020. (https://covid19.go.id/p/berita/)

Bila melihat pertimbangan keutamaan, sebaiknya penggunaan masker dihindari saat shalat, bila penggunaan masker dapat menghalangi terbukanya hidung secara sempurna saat melakukan sujud. Para ahli fiqih bermazhab Syafi’i menegaskan bahwa salah satu yang disunahkan ketika sujud adalah terbukanya bagian hidung secara sempurna. Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami mengatakan: “Disunahkan di dalam sujud, meletakan kedua lutut untuk pertama kali, karena mengikuti Nabi. Nash hadits yang berbeda dengan anjuran ini dinaskh (direvisi) menurut suatu keterangan. Kemudian meletakan kedua tangannya, lalu dahi dan hidungnya secara bersamaan. Dan disunahkan hidung terbuka, karena dianalogikan dengan membuka kedua tangan. Makruh menyalahi urutan yang telah disebutkan, demikian pula makruh tidak meletakan hidung,” (Lihat Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhajul Qawim Hamisy Hasyiyatut Tarmasi, juz III, halaman 36).

Demikian penjelasan mengenai hukum memakai masker saat shalat. Simpulannya, sebaiknya penggunaan masker dihindari bila sampai menghalangi terbukanya hidung secara sempurna ketika sujud. Solusi agar tetap mendapat keutamaan adalah, penggunaan masker tidak sampai menutupi bagian hidung, atau saat prosesi sujud, bagian hidung dibuka.

Demkian jawaban buya. Terimakasih.

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved